Virus Corona
Seusai Isoman Jadi Pelupa dan Sulit Konsentrasi, Ini Penyebab Pasien Covid-19 Bisa Alami Brain Fog
Seseorang yang sudah selesai menjalani isolasi mandiri atau sembuh dari Covid-19 masih mengalami gejala atau keluhan.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
6. Lupa resep atau langkah saat memasak.
7. Membiarkan lampu atau peralatan menyala secara tidak sengaja.
8. Menjadi mudah lupa setelah terdistrak atau teralihkan.
“Gejala ini sering muncul setelah pasien melewati masa darurat dan kembali bekerja,” komentar Soriano.
Hingga kini juga belum jelas apakah kabut otak ini bisa menetap atau akan hilang dengan sendirinya.
Untuk beberapa pasien, kabut otak pasca-Covid hilang dalam waktu sekitar tiga bulan.
Tetapi bagi yang lain, itu bisa bertahan lebih lama.
“Kami melihat pasien yang terdiagnosis Covid-19 pada Maret 2020 masih mengalami brain fog,” ungkap Soriano.
"Meskipun pasien ini melaporkan perbaikan gejala mereka, mereka masih belum kembali ke baseline."
Pasien yang mengalami kabut otak setelah Covid-19 juga harus bersiap untuk proses pemulihan yang “waxing and waning”.
“Beberapa hari, pasien mungkin merasa hebat, tetapi dua atau tiga hari kemudian, mereka mungkin tidak merasa begitu hebat,” catat Soriano.

Apa yang Bisa Dilakukan?
“Penting bagi pasien untuk tidak berkecil hati karena pemulihan bukanlah jalan yang lurus, dan membangun kognisi dapat memakan waktu,” lanjutnya.
Dia juga menyarankan untuk membuat rencana perawatan untuk kabut otak pasca-Covid dapat menggunakan berbagai strategi untuk membantu pasien mengelola kehidupan sehari-hari.
Berikut beberapa hal yang dianjurkan selama masa perawatan: