Virus Corona
Seusai Isoman Jadi Pelupa dan Sulit Konsentrasi, Ini Penyebab Pasien Covid-19 Bisa Alami Brain Fog
Seseorang yang sudah selesai menjalani isolasi mandiri atau sembuh dari Covid-19 masih mengalami gejala atau keluhan.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Seseorang yang sudah selesai menjalani isolasi mandiri atau sembuh dari Covid-19 masih mengalami gejala atau keluhan.
Keluhan tersebut bahkan bisa menetap hingga berminggu-minggu setelah mengalami gejala awal.
Infeksi Covid-19 memang bisa menimbulkan banyak gejala karena virus bisa menyerang berbagai organ.
Kita semua pernah mendengar tentang gejala umum Covid-19, termasuk batuk, sesak napas, sakit kepala, kelelahan, dan demam.
Baca juga: Selain Teknik Proning, Ini 3 Cara Lain untuk Tingkatkan Saturasi Oksigen saat Isoman Covid-19
Jika gejala tersebut bertahan hingga empat minggu hal itu disebut sebagai long Covid.
Melansir Hackensack Meridian health pada Rabu (11/8/2021), penelitian terbaru menunjukkan bahwa 20-30 persen orang mungkin mengalami brain fog atau kabut otak.
Brain fog merupakan masalah yang berkepanjangan yang dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang karena dapat mengurangi kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari.
Kabut otak mengacu pada masalah dengan pemikiran, ingatan, dan konsentrasi.
Bagi banyak pasien Covid-19 hal ini sulit untuk dijelaskan.
Direktur Medis, Program Rehabilitasi Pasca-Covid di Institut Rehabilitasi JFK Johnson, Talya Fleming, M.D. juga menyebut pasien biasanya tidak menyadari jika ada masalah dalam otaknya ketika baru sembuh dari Covid-19.
“Pasien sering mengatakan bahwa mereka merasa tidak enak badan,” katanya.
"Kami menggunakan istilah 'kabut' karena pasien merasa ada sesuatu yang mengganggu mereka yang membuat segalanya tidak jelas atau sejelas sebelumnya."
“Dalam banyak kasus, pasien mengalami kesulitan melakukan tugasnya di tempat kerja atau mengelola tanggung jawab sehari-hari, yang dapat berdampak negatif pada kualitas hidup mereka.”
Penyebab Brain Fog
Menurut dr Fleming, komunitas medis masih meneliti potensi penyebab brain fog pasca Covid-19.