Breaking News:

Virus Corona

Lebih Baik Tidak Isolasi Mandiri di Rumah, Pasien dengan Obesitas Bisa Tingkatkan Keparahan Covid-19

Satgas Covid-19 kerap mengimbau pasien Covid-19 yang memiliki komorbid tidak menjalani isolasi mandiri di rumah meski tanpa gejala. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
Youtube Tropicana Slim
dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dan Pendiri Komunitas Sobat Diabet dalam diskusi virtual bertajuk Covid-19 dan Berat Badan yang tayang di Youtube Tropicana Slim, Kamis (14/7/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Satgas Covid-19 kerap mengimbau pasien Covid-19 yang memiliki komorbid tidak menjalani isolasi mandiri di rumah meski tanpa gejala. 

Pasien Covid-19 dengan komorbid dianjurkan untuk melakukan isolasi terpusat di fasilitas milik pemerintah.

Dengan isolasi di lokasi terpusat, pasien Covid-19 akan diperhatikan langsung perkembangan kesehatannya oleh tenaga kesehatan. 

Biasanya yang dikenal sebagai komorbid Covid-19 adalah penyakit yang bertahun seperti penyakit kardiovaskuler, penyakit jantung, kaner, masalah paru-paru dan sisem pernapasan, dan penyakit yang terkait dengan autoimun. 

Baca juga: Ini Jenis Komorbid yang Berisiko Alami Gejala Berat Covid-19, Pasien Diimbau Tidak Isolasi Mandiri

Tetapi dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dan Founder Komunitas Sobat Diabet, menjelaskan bahwa obesitas juga merupakan salah satu kelompok komorbid karena bisa meningkatkan risiko keparahan pasien Covid-19

"Obesitas itu menjadi salah satu komorbid yang harus kita perhatikan, apalagi kalau obesitasnya sampai dengan BMI (body mass index), katakanlah lebih dari 40 obesitasnya."

"Obesitas morbid risiko keparahannya bisa dua, tiga kali lipat lebih buruk dibanding yang bukan," ujarnya dalam diskusi virtual bertajuk Covid-19 dan Berat Badan yang tayang dalam Youtube Tropicana Slim, Kamis (14/7/2021). 

Dia juga menjelaskan jika dokter menulis diagnosa penyakit, pasien Covid-19 dengan obesitas masuk ke dalam kategori tata laksana khusus.

Biasanya penderita obesitas akan mengalami gangguan metabolik, yang bisa menyebabkan gula darah naik dan tekanan darah cukup tinggi. 

Terlebih jika pasien Covid-19 mengalami masalah pernapasan. 

Alat bantu pernapasan akan lebih sulit dipasang kepada orang dengan masalah berat badan. 

"Selang napas itu pada obesitas ada trik khusus, kalau orang enggak biasa itu biasanya perlu manuver atau usaha yang lebih ekstra lah untuk memasang pada orang yang obes," jelasnya. 

Sejalan dengan tingkat keparahan pasien Covid-19 dengan obesitas juga bisa meningkatkan tingkat kematian. 

Pasien Covid-19 yang memiliko obesitas morbid dengan BMI lebih dari 40 kg per meter persegi, dikatakan bahwa risiko kematian bisa lebih tinggi 2,5 kali hingga tiga kali lipat dibanding pasien tanpa komorbid. 

Baca juga: Pasien Covid-19 Dianjurkan Rontgen Dada dan Tes Darah seusai Isolasi Mandiri, Simak Penjelasannya

Ilustrasi Obesitas
Ilustrasi Obesitas (huffingtonpost.com.au)

Baca juga: 6 Herbal Bantu Redakan Nyeri Sendi, Bisa Digunakan Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri

"Kita tahu dengan obesitas, bagian dari sindrom metabolik, secara kronik, atau secara berlasung lama pasien dengan obesitas ini memiliki kadar inflamasi yang lebih tinggi dibanding dengan mereka yang bukan," jelasnya. 

Halaman
12
Tags:
isolasi mandiriTips Isolasi MandiriCovid-19Virus CoronaObesitas
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved