Virus Corona
Jadi Kelompok yang Rentan, Seberapa Bahaya Covid-19 terhadap Ibu Hamil?
Menjadi sebuah kabar baik pastinya bagi seorang istri-suami mendapati kehamilan, terlebih jika memang sudah dinantikan lama.
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Menjadi sebuah kabar baik pastinya bagi seorang istri-suami mendapati kehamilan, terlebih jika memang sudah dinantikan lama.
Hanya saja, kehamilan di saat pandemi Covid-19 atau di tengah adanya wabah virus menular membuat ibu hamil merasa was-was.
Seperti yang diketahui, Covid-19 akan mudah menyerang kepada seseorang yang memiliki sistem imun atau daya tahan tubuh yang lemah.
Oleh karenanya, ibu hamil menjadi kelompok yang rentan terpapar Covid-19.
Baca juga: Waspada Penyakit Jamur Hitam Pasca-Covid-19, Berikut Gejala dan Cara Mencegahnya
Baca juga: Kondisi Harimau Sumatera di Ragunan yang Terkena Covid-19, Anies Baswedan: Lemas dan Sesak Napas
Melansir dari Healthline, jika wanita hamil mengalami demam, memang perlu berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan lain.
Hal ini disebabkan, bisa jadi ia memiliki kondisi kesehatan yang dapat memengaruhi kesehatan bayi dalam kandungan.
Beberapa kemungkinan kondisi tersebut antara lain sebagai berikut.
- Sitomegalovirus (CMV)
- Varicella-zoster
- Virus zika
- Rubella
- Parvovirus B19
- Herpes
- HIV
Pada tahun 2019, sebuah virus baru menghantam seluruh dunia dan menyebar dengan cepat.
Virus corona baru tersebut dapat menyebabkan penyakit Covid-19.
Baca juga: Bisa Kekurangan Nutrisi, Ini Cara Atasi Tidak Nafsu Makan pada Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri
Pada tahun 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 merupakan pandemi global dan menyatakan darurat kesehatan untuk masyarakat di seluruh dunia.
Sampai saat ini, Covid-19 masih terus diteliti oleh para ahli, termasuk pengaruhnya terhadap kehamilan seseorang.
Secara umum, coronavirus adalah keluarga virus yang beredar pada manusia dan hewan dan dapat menyebabkan beberapa gejala, mulai dari flu biasa hingga penyakit pernapasan yang lebih serius.
Pada akhir 2019 virus corona baru,SARS-CoV-2, muncul pada manusia di Wuhan, Cina.
Pakar tidak begitu yakin bagaimana virus itu berasal atau menyebar, tetapi mereka menduga virus itu mungkin telah berpindah ke manusia melalui kontak dengan hewan.
Virus ini menyebabkan penyakit pernapasan yang disebut Covid-19.
Apakah ibu hamil rentan terhadap Covid-19?
Virus ini belum dipelajari secara ekstensif, jadi tidak ada yang bisa memastikannya.
Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mencatat bahwa wanita hamil lebih rentan daripada yang lain terhadap semua jenis infeksi pernapasan, termasuk Covid-19.
Kondisi ini disebabkan, kehamilan mengubah sistem kekebalan dan kesehatan memengaruhi paru-paru dan jantung.
Gejala Covid-19 yang harus diwaspadai ibu hamil Covid-19 merupakan penyakit pernapasan.
Gejala biasanya muncul antara 2 dan 14 hari setelah terpapar virus corona baru.
Baca juga: Bagi Penyintas, Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Vaksinasi Covid-19?
Data dari orang yang tertular Covid-19 di China menemukan masa inkubasi rata-rata 4 hari.
Gejala yang paling umum dialami oleh orang yang terpapar, termasuk ibu hamil adalah sebagai berikut.
- Batuk
- Demam
- Sesak napas
- Kelelahan
Gejala lain termasuk:
- Menggigil, yang kadang-kadang dapat terjadi bersamaan dengan gemetar berulang
- Sakit tenggorokan
- Sakit kepala
- Kehilangan bau atau rasa
- Nyeri otot dan nyeri
Seberapa bahaya Covid-19 terhadap ibu hamil?
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mencatat bahwa wanita hamil yang terkena virus corona dapat memiliki kondisi yang lebih buruk daripada wanita yang tidak hamil.
Hal-hal seperti keguguran, kelahiran prematur, lahir mati, dan memiliki infeksi yang lebih parah semuanya telah diamati pada wanita hamil dengan virus corona lainnya.
Demam tinggi pada trimester pertama kehamilan, apa pun penyebabnya, dapat menyebabkan cacat lahir.
Namun, menurut laporan WHO yang melihat dampak Covid-19 pada sampel kecil wanita hamil, sebagian besar tidak memiliki kasus yang parah.
Dari 147 wanita yang diteliti, 8 persen menderita Covid-19 parah dan 1 persen kritis.
Baca juga: Pasien Covid-19 yang Tak Boleh Isolasi Mandiri, Wiku: Komorbid, Bergejala dan Berusia 45 Tahun
The Royal College of Obstetricians and Gynecologists melaporkan bahwa sementara beberapa wanita Cina dengan gejala coronavirus telah melahirkan bayi prematur, tidak jelas apakah bayi-bayi itu lahir lebih awal karena infeksi atau karena penyebab lainnya.
Bisakah virus corona menular pada bayi selama kehamilan? Covid-19 adalah penyakit yang ditularkan dari melalui droplet.
Bayi hanya bisa terkena droplet seperti itu setelah lahir.
Dalam satu penelitian kecil yang mengamati sembilan wanita hamil China yang terinfeksi virus corona baru pada trimester terakhir kehamilan, virus tidak muncul dalam sampel yang diambil dari cairan ketuban atau darah tali pusat atau dalam usap tenggorokan bayi yang baru lahir.
Namun, dalam satu studi yang sedikit lebih besar, tiga bayi yang baru lahir terpapar Covid-19.
Sementara itu, 30 bayi baru lahir lainnya dalam kelompok itu dinyatakan negatif.
Para peneliti tidak yakin apakah bayi yang positif benar-benar tertular virus di dalam rahim atau mereka mendapatkannya setelah dilahirkan. (Kompas.com)
Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengenal Dampak Covid-19 terhadap Kehamilan