Virus Corona
Jokowi Beli Obat Covid-19 di Apotek, Semua Kosong hingga Telepon Menkes: Terus Saya Cari di Mana?
Presiden Jokowi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke apotek untuk memastikan ketersediaan obat-obatan untuk terapi Covid-19.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Mohamad Yoenus
Presiden Jokowi curiga bahwa stok vaksin di berbagai instansi kesehatan masih menumpuk.
Hal itu disampaikan Jokowi dalam Ratas Evaluasi PPKM Darurat di Istana Merdeka, Jumat (16/2021).
Dilansir TribunWow.com, jumlah vaksin yang telah disuntikkan selama ini masih belum seimbang dengan yang didatangkan pemerintah.
"Tolong dilihat betul angka-angkanya karena yang saya melihat data yang masuk, baik itu berupa vaksin jadi maupun bulk yang sudah masuk ke negara kita sudah 137 juta," kata Jokowi dikutip dari Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7/2021).
"Padahal yang sudah disuntikkan dalam vaksinasi itu kurang lebih 54 juta," tambahnya.
Jokowi menduga bahwa ada penumpukan vaksin yang belum disalurkan di berbagai instansi kesehatan.
Oleh sebab itu, dirinya meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk segera menghabiskan stok yang ada.
Baca juga: Viral Video Lawas Jokowi Larang Pejabat Rangkap Jabatan: 1 Saja Belum Tentu Berhasil Apalagi 2?
Mengingat, Indonesia butuh segera mencapai herd immunity dan kemudian mentas dari pandemi.
"Artinya stok yang ada baik mungkin di Bio Farma maupun di Kementerian kesehatan atau mungkin di provinsi, di kabupaten, di kota, di rumah sakit, di Puskesmas-Puskesmas terlalu besar," kata Jokowi.
"Saya minta Bapak Menteri Kesehatan untuk disampaikan sampai organisasi terbawah, tidak ada stok untuk vaksin."
Artinya dikirim langsung habiskan, kirim langsung habiskan, kirim langsung habiskan," tegasnya.
"Karena kita ngin mengejar vaksinasi ini secepat-cepatnya," pungkas Presiden Jokowi. (TribunWow.com/Rilo)