Breaking News:

Rektor UI Rangkap Jabatan

Viral Video Lawas Jokowi Larang Pejabat Rangkap Jabatan: 1 Saja Belum Tentu Berhasil Apalagi 2?

Video omongan Jokowi itu menjadi sorotan di Twitter hingga Rabu (21/7/2021), setelah mengubah Statuta Universitas Indonesia (UI).

Editor: Lailatun Niqmah
YouTube Sekretariat Presiden
Pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tentang Perkembangan Terkini PPKM Darurat, 20 Juli 2021. 

TRIBUNWOW.COM - Viral di media sosial video lawas pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melarang pejabatnya merangkap jabatan.

Video omongan Jokowi itu menjadi sorotan di Twitter hingga Rabu (21/7/2021), setelah mengubah Statuta Universitas Indonesia (UI), dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI.

Dengan perubahan aturan ini, Rektor UI Ari Kuncoro bisa merangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama BUMN Bank BRI.

Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, diduga melanggar statuta UI karena merangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama BRI. Gambar diambil dari situs resmi BRI pada Senin (28/6/2021) sore.
Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, diduga melanggar statuta UI karena merangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama BRI. Gambar diambil dari situs resmi BRI pada Senin (28/6/2021) sore. (BRI)

Baca juga: Samakan dengan RUU KPK hingga Omnibuslaw, Said Didu soal Rangkap Jabatan Rektor UI: Hati-hati Kalian

Baca juga: Sindiran Rocky Gerung soal Rangkap Jabatan Rektor UI Ari Kuncoro: Pasal Diganti, Muka Tetap Buruk

Sebelum diubah, Statuta UI berisi larangan rektor dan wakil rektor merangkap jabatan di perusahaan BUMN atau BUMND.

Dengan terbitnya PP No 75 Tahun 2021, rektor dan wakil rektor kini dilarang menjabat sebagai direksi di BUMN maupun BUMD.

Sikap Jokowi itu pun menuai berbagai reaksi warganet.

Ada sejumlah warganet yang membandingkan sikap Jokowi dulu dan kini.

Saat kampanye di Pilpres 2024 lalu, Jokowi bahkan sempat berjanji bakal melarang para menterinya rangkap jabatan.

Janji itu sempat ditepati Jokowi dengan meminta para menterinya mundur dari jabatan pengurus partai.

Dulu, Jokowi meminta menteri fokus mengurus pemerintahan.

"Satu jabatan saja belum tentu berhasil, apalagi dua," kata Jokowi saat itu, dikutip dari Kompas.com, Rabu (21/7/2021).

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved