Virus Corona
Perlukah Melakukan Swab Antigen atau PCR sebelum Mendapat Vaksin Covid-19? Simak Penjelasannya
Pemerintah Indonesia kini tengah menggencarkan vaksinasi Covid-19 untuk membentuk kekebalan komunal dalam mencegah Covid-19.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Indonesia kini tengah menggencarkan vaksinasi Covid-19 untuk membentuk kekebalan komunal dalam mencegah Covid-19.
Vaksinasi Covid-19 dinilai sebagai langkah ampuh untuk mencegah penularah Covid-19 dan mencegah terjadinya perburukan apabila terinfeksi.
Menurut data Kementerian Kesehatan pada covid19.go.id, Kamis (22/7/2021) jumlah penerima vaksin dosis pertama di Indonesia ada 43.155.795 orang.
Sedangkan penerima vaksin dosis kedua sudah mencapai 16.896.200.
Baca juga: Banyak Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri Meninggal, Ini yang Harus Diperhatikan Menurut Ketua PB IDI
Selain orang dewasa kini pemerintah juga telah memulai melakukan vaksinasi pada anak berusia 12-17 tahun.
Dikutip dari primayahospital.com, dr. Tolhas Banjarnahor, Sp.PD, menyebut ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum mendapat vaksin.
Salah satunya adalah dengan menjaga kondisi tubuh untuk memastikan kondisi tubuh fit sebelum divaksin.
Bagi yang memiliki penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, asma dan beberapa penyakit lainnya; maka mereka harus memastikan kondisi kesehatannya terkontrol dengan baik.
“Sebaiknya seseorang yang memiliki penyakit kronis perlu melakukan pemeriksaan penunjang lebih lanjut untuk mengetahui apakah penyakitnya sudah terkontrol atau belum," ujarnya.
"Pada kondisi tertentu, seseorang dengan penyakit kronis diperlukan rekomendasi dari dokter yang merawat apakah boleh mendapatkan vaksin atau tidak.”
Namun, perlukah melakukan tes Covid-19 sebelumnya untuk penerima vaksin?
dr. Tolhas menyebut hingga kini belum ada anjuran dari pemerintah yang menyebut perlunya melakukan hal tersebut.
“Cukup mengisi lembar screening yang telah disiapkan sebelum vaksinasi dilakukan untuk menentukan apakah seseorang bisa mendapatkan vaksin atau tidak,” jelasnya.
Baca juga: Tingginya Infeksi Covid-19 pada Anak di Indonesia, Berikut 5 Faktor Penyebabnya
Baca juga: Covid-19 Varian Delta Lebih Berbahaya, Inilah Golongan yang Paling Berisiko Terinfeksi
Hal itu juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan penerima vaksin.
Lalu, dikutip dari indonesiabaik.id, dijelaskan bahwa tidak semua penerima vaksin perlu melakukan tes Covid-19.
Pemeriksaan swab antigen dan tes PCR dinilai tidak efektif bila dilakukan pada seluruh penerima vaksin.
Tes Covid-19 dianjurkan dilakukan bagi mereka yang memiliki gejala seperti Covid-19 dan berstatus kontak erat dengan pasien Covid-19.
Berikut alasan mengapa tes Covid-19 tidak dianjurkan bagi seluruh penerima vaksin:
1. Bila ada orang Covid-19 tanpa gejala tak sengaja divaksin, tidak akan memberi efek yang berbahaya.
2. Kemungkinan efektifitas vaksin bisa turun karena sistem imun sedang melawan virus.
3. Vaksin tidak menyebabkan perburukan kondisi infeksi Covid-19.
Berikut beberapa orang yang dianjurkan ditunda menerima vaksin:
1. Seseorang dengan riwayat alergi terhadap vaksin atau komposisi yang ada di dalam vaksin dan seseorang yang dapat mengalami reaksi alergi yang parah terhadap vaksin.
2. Seseorang dengan riwayat penyakit pembekuan darah yang tidak terkontrol.
3. Seseorang dengan kelainan atau penyakit kronis (gangguan jantung berat, hipertensi yang tidak terkontrol, diabetes melitus yang tidak terkontrol, penyakit ginjal yang berat, penyakit hati, tumor, dan penyakit kronis yang tidak terkontrol lainnya).
4. Seseorang dengan riwayat gangguan sistem imun atau mendapat terapi yang mengganggu sistem imun dalam 4 minggu terakhir.
5. Riwayat epilepsi atau penyakit gangguan penurunan fungsi saraf.
7. Ibu hamil dan menyusui (dianjurkan untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter kandungan).
8. Seseorang yang baru terinfeksi Covid-19.
dr. Tolhas mengimbau, walaupun sudah menerima vaksin, namun harus tetap melakukan pola hidup sehat seperti makan-makanan dengan gizi seimbang, melakukan olah raga dengan rutin dan teratur, istirahat dengan cukup, serta mengkonsumsi vitamin dan mineral.
“Karena vaksin tidak bisa mencegah 100% infeksi Covid-19, maka kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan 3 M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak),” ujarnya. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)