Breaking News:

Virus Corona

Harus Tes Swab atau PCR, Berikut 4 Kriteria Kontak Erat dengan Orang Positif Covid-19

Tingkat risiko penyebaran Covid-19 atau Virus Corona di Indonesia masih tergolong tinggi.

Editor: Mohamad Yoenus
Tribunnews/Jeprima
Petugas medis mengambil sampel cairan dari bagian belakang hidung dan tenggorokan penumpang KRL saat melakukan kegiatan tes swab di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020). Harus Tes Swab atau PCR, Berikut 4 Kriteria Kontak Erat dengan Orang Positif Covid-19 

TRIBUNWOW.COM - Tingkat risiko penyebaran Covid-19 atau Virus Corona di Indonesia masih tergolong tinggi.

Oleh karenanya, sembari menunggu program vaksinasi rampung secara menyeluruh, protokol kesehatan tetap menjadi langkah utama untuk mencegah penularan.

Meski begitu, risiko untuk tertular tetap masih ada ketika melakukan interaksi atau kontak dengan seseorang yang ternyata positif Covid-19, terlebih kontak dekat.

Karena tidak dipungkiri terkadang masih saja ada yang tetap melakukan kontak dekat dengan satu sama lain, baik yang disengaja maupun tidak.

Baca juga: Tanda-tanda Penyintas Covid-19 Mengalami Gejala Long Covid, Biasanya Masih Kesulitan Bernapas

Baca juga: Beberapa Pemahaman Salah soal Vaksin Covid-19, Penerima Masih Bisa Tertular atau Tularkan Virus

Namun, istilah kontak erat ini perlu dipahami lebih lanjut.

Pasalnya, tidak semua orang yang berkontak masuk dalam kategori kontak erat.

Dilansir dari Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), berikut adalah empat kriteria kontak erat yang penting diketahui:

1. Kontak tatap muka atau berdekatan dengan kasus probable atau kasus konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.

2. Sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi (seperti bersalaman, berpegangan tangan, dan lain-lain).

3. Orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai standar.

4. Situasi lain yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat.

Baca juga: Tidak Bisa Terlalu Sering Donor Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19, Berikut Waktu yang Tepat

Baca juga: Berikut Latihan Pernapasan yang Bisa Dilakukan seusai Isolasi Mandiri atau Sembuh dari Covid-19

Pada kasus probable atau konfirmasi yang bergejala, untuk menemukan kontak erat, periode kontaknya dihitung dari dua hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Sedangkan pada kasus probable atau konfirmasi tidak bergejala, untuk menemukan kontak erat, periode kontaknya adalah dua hari dari sebelum dan 14 hari setelah tanggap pengambilan spesimen kasus konfirmasi.

Lantas, apa yang harus dilakukan seseorang jika melakukan kontak erat dengan orang lain yang positif Covid-19?

Tindakan yang perlu diambil setelah kontak erat adalah melakukan isolasi mandiri di rumah selama 10 hingga 14 hari.

Meski belum melakukan pemeriksaan swab PCR maupun antigen, orang yang berkontak erat tetap wajib melakukan isolasi mandiri.

Jadi, tidak perlu menunggu hasil pemeriksaan Covid-19.

Jika berkontak dengan pasien bergejala maupun tidak bergejala, segera lakukan isolasi mandiri demi keselamatan diri dan orang sekitar.

Selama melakukan isolasi mandiri, diwajibkan untuk tetap berada di rumah dan membatasi kontak dengan anggota keluarga lain yang tinggal dalam satu rumah.

Isolasi mandiri ini tujuannya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, baik dari pasien bergejala maupun tanpa gejala.

Pasien Covid-19 yang tidak boleh melakukan isolasi mandiri dan harus mendapatkan perawatan dari fasilitas kesehatan adalah pasien dengan gejala serius seperti sesak napas. (Kompas.com)

Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 4 Kriteria Kontak Erat Covid-19 Menurut Kemenkes, Apa Saja?

Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved