Terkini Daerah
Kurang Paham Bahaya Covid, Kades di Sragen Buat Ulah Hambat Penanganan Pandemi hingga Provokasi
Karena kurang paham bahaya Covid-19, kades di Sragen, Samto berkali-kali membuat ulah mulai dari provokasi hingga ngamuk karena hajatan dibubarkan.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Samto mengaku ingin ada solusi lain dari pemerintah agar warga tetap bisa menggelar pesta hajatan.
"Saya pasang baliho untuk membela rakyat kecil. Tidak ada yang lain," tutur Samto.
Baca juga: Sosok Mat Peci, Pria Viral Tawar Es Tebu Rp 5 Ribu Jadi Rp 500 Ribu: Mau Memberi tapi Menghormati
Ngamuk di Hajatan
Dikutip dari Tribun-Pantura.com, Samto mengizinkan warganya menggelar acara pesta hajatan di tengah PPKM Darurat.
Bahkan, Samto marah saat hajatan dan hiburan yang digelar warga, serta dikawal langsung olehnya itu dibubarkan Satgas Covid-19.
Ketika Satgas Covid datang, Samto nampak hadir di acara pesta itu tanpa mengenakan masker.
Hajatan yang diselenggarakan Wito warga Dukuh Betari, Desa Jenar, tersebut merupakan hajatan besar dengan hiburan Campursari dan tamu undangan sekitar 800 orang.
Acara tersebut diketahui digelar satu hari seusai Samto meminta maaf karena membuat geger warga desa karena memasang baliho provokatif.
Ketika acara dibubarkan paksa oleh Satgas Covid, Samto mengamuk dan menggulingkan meja yang ada di depannya.(TribunWow.com/Anung)
Artikel ini diolah dari TribunSolo.com dengan judul Viral Baliho Kades Jenar Sragen Memaki Pemerintah, Sebut Enak Zaman PKI & Pejabat Harus Mikir Rakyat, Permintaan Maaf Kedua Kades Jenar Sragen, Sebut Siap Dituntut Jika Kembali Berulah ,Aksi Kades Jenar Sragen Pasang Baliho Provokatif Disesalkan Masyarakatnya: Warga Disini Malah Takut, Bicara 4 Mata dengan Kapolres Sragen, Kades Jenar 'Bertobat': Kurang Pemahaman Perkembangan Covid-19 dan Kompas.com dengan judul "Cerita Kades di Sragen Pasang Baliho Berisi Umpatan ke Pejabat, Kesal karena Warganya Dilarang Hajatan", serta Tribun-Pantura.com dengan judul Samto Kades Jenar Sragen Berulah Lagi, Kawal Acara Hajatan dan Hiburan, Marah saat Dibubarkan