Terkini Daerah
Kurang Paham Bahaya Covid, Kades di Sragen Buat Ulah Hambat Penanganan Pandemi hingga Provokasi
Karena kurang paham bahaya Covid-19, kades di Sragen, Samto berkali-kali membuat ulah mulai dari provokasi hingga ngamuk karena hajatan dibubarkan.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pihak kepolisian akhirnya mengetahui alasan Kepala Desa Kecamatan Jenar, Sragen, Jawa Tengah, Samto, berkali-kali membuat ulah di tengah pandemi Covid-19.
Diketahui Samto telah dua kali menyampaikan permohonan maaf karena melakukan provokasi dan menghambat petugas menertibkan pelanggaran PPKM Darurat.
Samto mulai menunjukkan perubahan sikap setelah dipanggil oleh Kapolres Sragen pada Sabtu (17/7/2021) dan dilanjutkan permintaan maaf Samto pada Minggu (18/7/2021).

Baca juga: Kades di Sragen Bolak-balik Minta Maaf, Ngamuk Hajatan Dibubarkan hingga Baliho Provokasi soal Covid
Baca juga: Kades di Sragen Pasang Baliho Maki Pemerintah, Ternyata Dibenci Banyak Warga: Biar Dipecat
Dikutip TribunWow.com dari TribunSolo.com, Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi mengaku telah berhasil memberikan edukasi kepada Samto soal bahaya Covid.
"Saya sempat berbincang dengan beliau 4 mata, rupanya beliau kurang mendapatkan informasi yang akurat tentang perkembangan covid 19, khususnya di Kabupaten Sragen," kata Kapolres, Minggu (18/7/2021).
Ketika bertemu dengan Samto, AKBP Yuswanto mengatakan sudah menjelaskan kepada Samto bahwa Covid ada dan benar-benar berbahaya.
AKBP Yuswanto menyampaikan, Samto bertindak nekat karena kurang paham akan bahaya Covid-19.
Bersama Dandim 0725 Sragen, AKBP Yuswanto sepakat kasus Samto diselesaikan secara kekeluargaan.
"Mengingat yang pertama kondisi beliau juga kurang baik, atau kurang sehat (menderita sakit stroke)," singkatnya.
"Kemudian, beliau selaku aparat, dalam hal ini Kepala Desa, masih kami butuhkan bantuannya untuk bisa meneruskan, dan mensukseskan program penanganan covid-19 di Kabupaten Sragen, khususnya Desa Jenar," terangnya.
Samto Siap Dihukum jika Berulah Lagi
Dikutip TribunWow.com dari TribunSolo.com, permintaan maaf pertama Samto disampaikan pada Kamis (15/7/2021).
Kala itu yang bersangkutan meminta maaf karena membuat baliho bernada provokatif dan makian kepada pemerintah terkait kondisi pandemi Covid saat ini.
Kemudian, Samto kembali dipanggil oleh pihak kepolisian pada Sabtu (17/7/2021) karena mengamuk di sebuah acara hajatan yang dibubarkan.
Lalu pada Minggu (18/7/2021), Samto menyampaikan permohonan maafnya yang kedua sekaligus berkomitmen tidak akan mengulanginya.
"Saya Samto bin Kliwon, selaku Kepala Desa Jenar, dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari pihak manapun, dengan ini memohon maaf sebesar-besarnya kepada pemerintah, khususnya pemerintah Kabupaten Sragen, beserta seluruh masyarakat Kabupaten Sragen," ucap Samto, Minggu (18/7/2021).
Samto menegaskan dirinya percaya akan keberadaan pandemi Covid-19.
"Saya memberikan klarifikasi, bahwa saya telah menyadari, dan percaya sepenuhnya bahwa Covid-19 itu benar-benar ada, dan sangat berbahaya sehingga harus kita perangi bersama," katanya.
Selain meminta maaf, Samto juga meminta agar masyarakat taat menjalankan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.
"Jika terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan kondisi dan situasi yang telah saya sampaikan saat ini, maka saya selaku aparat pemerintah Desa, secara sadar dan sukarela, siap dituntut secara pidana, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku," pungkasnya.
Isi Baliho Provokatif
Dalam baliho provokatif yang dipasang Samto, nampak foto Samto berseragam dinas lengkap memakai masker di bagian kepala.
Di samping dan bawah foto Samto, terdapat kalimat provokatif sebagai berikut:
"IKI JAMAN REVORMASI
ISIH KEPENAK JAMAN P**
AYO PEJABAT
MIKIR NASIBE RAKYAT
PEJABAT SENG SENENG NGUBER UBER RAKYAT
KUI BA****
PEGAWAI SENG GOLEKI WONG DUWE GAWE
IKU KERE
PEGAWAI SING SIO KARO SENIMAN SENIWATI
KUWI BA*****"
Versi terjemahan:
"Ini jaman reformasi
Masih enak zaman P*I
Ayo pejabat
Mikir nasibnya rakyat
Pejabat yang senang ngejar-ngejar rakyat
Itu B****AT
Pegawai yang cari orang punya hajat
Itu miskin
Pegawai yang menyia-nyiakanseniman seniwati
Itu B*****AN"
Dikutip dari Kompas.com, Samto mengaku memasang baliho provokatif itu sebagai bentuk kekecewaan banyak warganya dilarang menggelar hajatan di tengah pandemi Covid-19.
"Baliho saya pasang karena banyak warga saya menggelar hajatan selalu dibubarkan dan dilarang," kata Samto dihubungi Kompas.com, Kamis (15/7/2021).
Samto berpendapat, pembubaran hajatan bukanlah solusi baik.
"Jadi, saya kecewa berat. Ada warga menggelar hajatan tinggal dua hari dibatalkan. Kan kasihan," ungkap dia.
Samto mengaku ingin ada solusi lain dari pemerintah agar warga tetap bisa menggelar pesta hajatan.
"Saya pasang baliho untuk membela rakyat kecil. Tidak ada yang lain," tutur Samto.
Baca juga: Sosok Mat Peci, Pria Viral Tawar Es Tebu Rp 5 Ribu Jadi Rp 500 Ribu: Mau Memberi tapi Menghormati
Ngamuk di Hajatan
Dikutip dari Tribun-Pantura.com, Samto mengizinkan warganya menggelar acara pesta hajatan di tengah PPKM Darurat.
Bahkan, Samto marah saat hajatan dan hiburan yang digelar warga, serta dikawal langsung olehnya itu dibubarkan Satgas Covid-19.
Ketika Satgas Covid datang, Samto nampak hadir di acara pesta itu tanpa mengenakan masker.
Hajatan yang diselenggarakan Wito warga Dukuh Betari, Desa Jenar, tersebut merupakan hajatan besar dengan hiburan Campursari dan tamu undangan sekitar 800 orang.
Acara tersebut diketahui digelar satu hari seusai Samto meminta maaf karena membuat geger warga desa karena memasang baliho provokatif.
Ketika acara dibubarkan paksa oleh Satgas Covid, Samto mengamuk dan menggulingkan meja yang ada di depannya.(TribunWow.com/Anung)
Artikel ini diolah dari TribunSolo.com dengan judul Viral Baliho Kades Jenar Sragen Memaki Pemerintah, Sebut Enak Zaman PKI & Pejabat Harus Mikir Rakyat, Permintaan Maaf Kedua Kades Jenar Sragen, Sebut Siap Dituntut Jika Kembali Berulah ,Aksi Kades Jenar Sragen Pasang Baliho Provokatif Disesalkan Masyarakatnya: Warga Disini Malah Takut, Bicara 4 Mata dengan Kapolres Sragen, Kades Jenar 'Bertobat': Kurang Pemahaman Perkembangan Covid-19 dan Kompas.com dengan judul "Cerita Kades di Sragen Pasang Baliho Berisi Umpatan ke Pejabat, Kesal karena Warganya Dilarang Hajatan", serta Tribun-Pantura.com dengan judul Samto Kades Jenar Sragen Berulah Lagi, Kawal Acara Hajatan dan Hiburan, Marah saat Dibubarkan