Breaking News:

Terkini Daerah

Kurang Paham Bahaya Covid, Kades di Sragen Buat Ulah Hambat Penanganan Pandemi hingga Provokasi

Karena kurang paham bahaya Covid-19, kades di Sragen, Samto berkali-kali membuat ulah mulai dari provokasi hingga ngamuk karena hajatan dibubarkan.

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Kepala Desa (Kades) Jenar, Kabupaten Sragen Samto saat di Mapolres Sragen, Minggu (18/7/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Pihak kepolisian akhirnya mengetahui alasan Kepala Desa Kecamatan Jenar, Sragen, Jawa Tengah, Samto, berkali-kali membuat ulah di tengah pandemi Covid-19.

Diketahui Samto telah dua kali menyampaikan permohonan maaf karena melakukan provokasi dan menghambat petugas menertibkan pelanggaran PPKM Darurat.

Samto mulai menunjukkan perubahan sikap setelah dipanggil oleh Kapolres Sragen pada Sabtu (17/7/2021) dan dilanjutkan permintaan maaf Samto pada Minggu (18/7/2021).

Foto kiri: Masyarakat Sragen digemparkan dengan baliho yang dipasang oleh Kepala Desa/Kecamatan Jenar Samto dan Muspika Sragen bersama polisi tengah menurunkannya. Foto Kanan: Kades Jenar, Samto (tengah, duduk) yang marah karena hajatan dan hiburan yang dikawalnya dibubarkan Satgas Covid-19, menggulingkan dua meja yang ada di depannya. Resepsi pernikahan dan hiburan campursari itu dilaksanakan di Dukuh Betari, Jumat (16/7/2021).
Foto kiri: Masyarakat Sragen digemparkan dengan baliho yang dipasang oleh Kepala Desa/Kecamatan Jenar Samto dan Muspika Sragen bersama polisi tengah menurunkannya. Foto Kanan: Kades Jenar, Samto (tengah, duduk) yang marah karena hajatan dan hiburan yang dikawalnya dibubarkan Satgas Covid-19, menggulingkan dua meja yang ada di depannya. Resepsi pernikahan dan hiburan campursari itu dilaksanakan di Dukuh Betari, Jumat (16/7/2021). (Kolase TribunSolo.com/Dok Zeequilleno Nicks dan Trantib Kecamatan Jenar)

Baca juga: Kades di Sragen Bolak-balik Minta Maaf, Ngamuk Hajatan Dibubarkan hingga Baliho Provokasi soal Covid

Baca juga: Kades di Sragen Pasang Baliho Maki Pemerintah, Ternyata Dibenci Banyak Warga: Biar Dipecat

Dikutip TribunWow.com dari TribunSolo.com, Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi mengaku telah berhasil memberikan edukasi kepada Samto soal bahaya Covid.

"Saya sempat berbincang dengan beliau 4 mata, rupanya beliau kurang mendapatkan informasi yang akurat tentang perkembangan covid 19, khususnya di Kabupaten Sragen," kata Kapolres, Minggu (18/7/2021).

Ketika bertemu dengan Samto, AKBP Yuswanto mengatakan sudah menjelaskan kepada Samto bahwa Covid ada dan benar-benar berbahaya.

AKBP Yuswanto menyampaikan, Samto bertindak nekat karena kurang paham akan bahaya Covid-19.

Bersama Dandim 0725 Sragen, AKBP Yuswanto sepakat kasus Samto diselesaikan secara kekeluargaan.

"Mengingat yang pertama kondisi beliau juga kurang baik, atau kurang sehat (menderita sakit stroke)," singkatnya.

"Kemudian, beliau selaku aparat, dalam hal ini Kepala Desa, masih kami butuhkan bantuannya untuk bisa meneruskan, dan mensukseskan program penanganan covid-19 di Kabupaten Sragen, khususnya Desa Jenar," terangnya.

Samto Siap Dihukum jika Berulah Lagi

Dikutip TribunWow.com dari TribunSolo.com, permintaan maaf pertama Samto disampaikan pada Kamis (15/7/2021).

Kala itu yang bersangkutan meminta maaf karena membuat baliho bernada provokatif dan makian kepada pemerintah terkait kondisi pandemi Covid saat ini.

Kemudian, Samto kembali dipanggil oleh pihak kepolisian pada Sabtu (17/7/2021) karena mengamuk di sebuah acara hajatan yang dibubarkan.

Lalu pada Minggu (18/7/2021), Samto menyampaikan permohonan maafnya yang kedua sekaligus berkomitmen tidak akan mengulanginya.

"Saya Samto bin Kliwon, selaku Kepala Desa Jenar, dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari pihak manapun, dengan ini memohon maaf sebesar-besarnya kepada pemerintah, khususnya pemerintah Kabupaten Sragen, beserta seluruh masyarakat Kabupaten Sragen," ucap Samto, Minggu (18/7/2021).

Samto menegaskan dirinya percaya akan keberadaan pandemi Covid-19.

"Saya memberikan klarifikasi, bahwa saya telah menyadari, dan percaya sepenuhnya bahwa Covid-19 itu benar-benar ada, dan sangat berbahaya sehingga harus kita perangi bersama," katanya.

Selain meminta maaf, Samto juga meminta agar masyarakat taat menjalankan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

"Jika terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan kondisi dan situasi yang telah saya sampaikan saat ini, maka saya selaku aparat pemerintah Desa, secara sadar dan sukarela, siap dituntut secara pidana, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku," pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved