Breaking News:

Virus Corona

300 Ribu Paket Obat Gratis akan Dibagikan untuk Pasien Covid-19 OTG dan Gejala Ringan Minggu Ini

Dalam waktu dekat pemerintah berencana untuk membagikan paket obat secara gratis untuk pasien Covid-19 tanpa gejala dan dengan gejala ringan.

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Youtube Sekretariat Presiden
Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi saat menyampaikan perkembangan terkini terkait dengan implementasi PPKM Darurat, Selasa (13/7/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Dalam waktu dekat pemerintah berencana untuk membagikan paket obat secara gratis untuk pasien Covid-19 tanpa gejala dan dengan gejala ringan. 

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi dalam konferensi pers secara virtual yang tayang di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/7/2021).

Akan ada 300 ribu paket obat gratis yang akan dibagikan secara bertahap kepada masyarakat. 

Baca juga: Satgas Covid-19 Imbau Masyarakat Tak Lakukan Booster Vaksin Dosis ke 3 Sendiri: 2 Dosis Sudah Cukup

"Paket akan disediakan oleh Kimia Farma dan didukung oleh TNI dan pembagiannya akan dilakukan oleh Babinsa maupun Babinkamtibmas, berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan puskesmas setempat,” ujarnya. 

Deddy menyebut peluncuran paket obat gratis tersebut akan diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo dalam minggu ini.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar pasien Covid-19 terutama yang tengah menjalani isolasi mandiri untuk melapor ke RT setempat agar bisa didata untuk mendapat paket obat tersebut. 

“Rencana kita dapat paket obat untuk membantu masyarakat yang positif Covid-19," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Senin (12/7/2021).

"Saya minta bantuan masyarakat, ayo yang saat ini isolasi mandiri di rumah dan belum melapor, segera lapor sekarang.”

Hal itu ia sampaikan usai mengikuti rapat dengan Menko Kemaritiman dan investasi, Luhut Binsar Pandjaitan via daring, Luhut kini juga tengah mendapat tugas khusus dari Presiden Jokowi untuk menjadi Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali.

Lebih lanjut, Ganjar menyebut warga dapat melapor kepada RT setempat yang nantinya laporan di RT tersebut akan secepatnya diteruskan  ke kepala desa atau lurah masing-masing. 

Baca juga: Berikut Makanan Kaya Vitamin D dan Peranannya dalam Menjaga Imun saat Pandemi Covid-19

Agar pembagian bisa merata dan seluruh masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan paket obat dari pemerintah. 

“Kalau ini dilakukan, selain memudahkan pembagian obat juga akan memperbaiki database warga yang isolasi mandiri di rumah. Sehingga harapannya, mereka bisa dipantau perkembangannya,” ujarnya.

Adapun komposisi paket obat yang bakal diberikan terbagi menjadi tiga.

Rinciannya 10 persen untuk pasien Covid-19 tanpa gejala, pasien Covid-19 dengan gejala demam dan batuk sejumlah 30 persen, serta 60 persen untuk pasien dengan gejala anosmia (gangguan penciuman).

Untuk mengoptimalkan pendataan tersebut seluruh babinsa di Jateng akan dikerahkan ke lapangan terutama untuk mendata pasien yang isolasi mandiri. 

Ganjar menyebut dirinya telah berkoordinasi dengan Kodam IV/Diponegoro terkait hal tersebut.

"Kami sudah koordinasi dengan Pandam terkait pendataan, mudah-mudahan segera selesai. Untuk obat informasinya datang besok,” pungkasnya.

“RT/RW dan Kades/Lurah saya harap segera melaporkan. Nanti kami backup dengan Pangdam. Mudah-mudahan satu atau dua hari laporan sudah masuk,” jelasnya.

Baca juga: Wali Kota Solo Gibran Positif Covid-19 setelah Kunjungi Tempat Rawan, Ini Kondisi Istri dan Anaknya

Konsultasi Dokter dan Paket Obat Gratis via Telemedicine di Jabodetabek

Pemerintah juga baru saja memperluas layanan kosultasi dokter gratis dan pemberian paket obat gratis untuk pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan yang menjalani isolasi mandiri.

Sebelumnya layanan tersebut hanya di wilayah DKI Jakarta, kini pasien yang berada di Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Bodetabek) juga bisa mengakses layanan itu.

Pasien Covid-19 bisa mengakses layanan itu via 11 platform telemedicine yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan. 

Namun, layanan ini hanya bisa diakses oleh orang yang baru terpapar Covid-19 dan tes di laboraturium yang bekerjasama dengan Kemenkes.

Adapun 11 telemedicine gratis antara lain Alodokter, GetWell, Good Doctor, Halodoc, KlikDokter.

KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, YesDok.

Berikut Alur yang Harus Diikuti Untuk Mendapat Layanan Telemedicine:

1. Dimulai dari Lab pemeriksaan PCR yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan.

Ada 743 Lab pemeriksaan PCR yang sudah terafiliasi dan terkoneksi langsung dengan Kemenkes, 114 Lab di antaranya ada di Jakarta. Sehingga data pasien yang dientri oleh 743 Lab itu akan terbaca oleh Kemenkes.

2. Ketika terkonfirmasi positif COVID-19, dalam jarak waktu sekitar 1 hari, pasien akan menerima pesan Whatssapp dari Kemenkes yang memuat link untuk konsultasi online.

Jika tak mendapat pesan WA, pasien bisa memeriksa NIK secara mandiri di situs https://isoman.kemkes.go.id

3. Silahkan buka link tersebut untuk berkosultasi dengan salah satu layanan telemedicine dan memberi informasi bahwa pasien adalah pasien program Kemenkes.

4. Setelah melakukan konsultasi secara daring, dokter akan memberikan resep digital sesuai dengan kondisi pasien, jika pasien masuk dalam kategori yang dapat melakukan isoman, obat dapat ditebus gratis.

5. Untuk menebus resep obat, pasien harus mengisi form pemesanan obat dan unggah KTP di platform telemedicine yang dipilih dan semuanya sudah langsung diproses secara otomatis.

6. Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan jasa pengiriman dari Si Cepat untuk mengambil obat dan/atau vitamin dari Apotek Kimia Farma dan mengirimkan ke alamat pasien.

Catatan:

Hanya pasien dengan nomor terdaftar di database Kemenkes (NAR) dan memiliki kasus aktif yang berhak mendapatkan obat dan vitamin.

Ditekankan babwa obat dan vitamin yang diberikan hanya untuk konsumsi pasien dan tidak boleh diperjualbelikan

Daftar Obat dan Vitamin yang Ditanggung Kemenkes: 
 
Paket A (OTG)

Multivitamin, meliputi vitamin C, vitamin D, vitamin E, dan zinc, masing-masing sebanyak 10 tablet.

Dosis 1 kali sehari.

Paket B (Gejala Ringan)

Multivitamin (vitamin C, vitamin D, vitamin E,  dan zinc), sebanyak 10 tablet dan dikonsumsi 1 kali sehari

Oseltamivir 75 mg, sebanyak 14 tablet dan dikonsumsi 2 kali sehari

Azithromycin 500 mg, sebanyak 5 tablet dan dikonsumsi 1 kali sehari 

Paracetamol 500 mg (jika diperlukan), sebanyak 10 tablet

Jika dibutuhkan obat-obatan lain di luar paket obat ISOMAN gratis yang tertera di atas, pasien dapat menebusnya secara mandiri.  (TribunWow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Covid-19Sekretariat PresidenKimia FarmaVirus CoronaGanjar Pranowo
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved