Breaking News:

Virus Corona

Anggota DPR Bongkar Anggaran Penanganan Covid-19 yang Tak Digunakan Maksimal: Uangnya Ada Kok

Pemerintah disebut tidak menggunakan dana anggaran penanganan Covid-19 tidak digunakan secara maksimal.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
YouTube Najwa Shihab
Tangkapan layar - Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris membeberkan anggaran penanganan Covid-19 tidak digunakan secara maksimal, Kamis (1/7/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Komisi IX DPR Fraksi PDIP, Charles Honoris merespons upaya pemerintah pusat menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa dan Bali.

Dilansir TribunWow.com, Charles Honoris seolah menegaskan agar pemerintah tak perlu ragu melakukan pengetatan atau lockdown sekalipun

Pasalnya, anggaran penanganan pandemi Covid-19 di kementerian dan lembaga dirasa sangat rendah penyerapannya.

Baca juga: Umumkan PPKM Darurat Jawa-Bali Mulai 3 sampai 20 Juli 2021, Jokowi: Tetap Tenang, Waspada

Terlebih, kurun waktu selama 6 bulan terakhir di tahun 2021.

"Saya tidak pernah bisa menerima alasan kita tidak punya anggaran untuk mengambil keputusan yg paling tepat untuk menghentikan penyebaran Covid-19," ujar Charles Honoris di acara Mata Najwa, Kamis (1/7/2021).

Charles Honoris lantas membeberkan rincian alokasi anggaran yang diperuntukkan guna mengatasi pandemi.

Dari puluhan triliun yang dianggarkan, kurang dari 30 persennya saja yang baru dipakai.

Khususnya di provinsi-provinsi yang kini dianggap paling banyak wilayah zona merahnya.

Baca juga: PPKM Darurat, Luhut Umumkan Masjid hingga Mal Ditutup Sementara 3-20 Juli 2021

Baca juga: Anies Baswedan Sebut PPKM Darurat sebagai Ikhtiar, Tak Ada Persiapan Khusus di Wilayah DKI Jakarta

"Kalau kita telaah dari anggaran dari berbagai kementrian termasuk di daerah, saya siapkan contoh DAU dan DBH yang 8 persen dialokasi untuk penanganan Covid ini penyerapannya sangat rendah sekali," kata Charles Honoris.

"Dari Rp 46,5 trilliun yang direalokasi, ini daerah ya, untuk penanganan Covid-19 penyerapannya sampai Juni 2021 baru 23 persen, ini sangat tidak sesuai harapan."

"Provinsi-provinsi juga sama, misalnya Jawa Timur penyerapannya 13.39 persen, Jawa Tengah cuma 9 persen, Jabar 14 persen, DKI Jakarta 2.6 persen."

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved