Wacana Presiden 3 Periode
Tentang Wacana Presiden 3 Periode, Waketum Golkar: Mereka Tidak Mau Lihat ke Belakang
Waketum Golkar, Ahmad Doli Kurnia menilai bahwa rakyat tak ingin melihat ke belakang terkait isu wacana masa jabatan presiden 3 periode.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Lailatun Niqmah
"Pemerintah sekarang ini, termasuk Pak Presiden, khusus dalam konteks bicara tentang masa jabatan tiga periode, sama pandangannya dengan hasil survei yang kita lihat pada siang hari ini," terangnya.
Baca juga: Siapa M Qodari? Sosok yang Dukung Wacana Presiden 3 Periode, Deklarasikan Jokowi-Prabowo 2024
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari, menyerukan dukungannya untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat tiga periode.
Qodari juga mendukung Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sebagai Calon Wakil Presiden (Wapres) di Pilpres 2024.
Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com pada Minggu (20/6/2021), tagar #TangkapQodari ramai di Twitter karena Qodari dianggap melanggar konstitusi.
Jokowi: Saya Tidak Minat
Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri pernah menyatakan bahwa dirinya tidak minat untuk menjabat selama tiga periode.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Senin (15/3/2021), pernyataan ini dibuatnya setelah ada isu masa jabatan presiden tiga periode pada Maret 2021 lalu.
"Saya tegaskan, saya tidak ada niat, tidak ada juga berminat menjadi presiden tiga periode," kata Jokowi, Senin (15/3/2021).
Jokowi berulang kali menyampaikan penolakan terhadap usulan perpanjangan masa jabatan presiden.
Kata dia, sikap ini tidak akan pernah berubah.
Baca juga: Lewat Twitter, Refly Harun Ajak Warganet Tolak Jokowi 3 Periode: Yang Dukung Comment, Like
Sebagaimana bunyi konstitusi atau Undang Undang Dasar 1945, masa jabatan presiden dibatasi sebanyak dua periode dan harus dijaga bersama.
"Itu yang harus kita jaga bersama-sama," ujar Jokowi.
Jokowi juga meminta untuk tidak membuat kegaduhan atas isu tersebut.
Dari Keterangannya, pemerintah saat ini sedang fokus menangani pandemi Covid-19.
"Janganlah membuat kegaduhan baru, kita saat ini tengah fokus pada penanganan pandemi," katanya.