Breaking News:

Terkini Nasional

Reaksi Firli Bahuri saat Ditanya Kedekatan KPK dengan Parpol: Bagaimana Bisa Cegah kalau Gak Ketemu?

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri menanggapi soal turunnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga antirasuah yang dipimpinnya.

YouTube Kompas TV
Ketua KPK Firli Bahuri dalam acara AIMAN Kompas TV, Senin (14/6/2021). Firli Bahuri menyebut apa saja boleh dilakukan untuk mencegah korupsi. 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri menanggapi soal turunnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga antirasuah yang dipimpinnya.

Dilansir TribunWow.com, di hadapan Presenter Aiman Witjaksono, Firli menyebut apa pun boleh dilakukan demi mencegah korupsi.

Termasuk berhubungan dekat dengan pemerintah serta partai politik.

Hal itu diungkapkannya dalam acara AIMAN Kompas TV, Senin (14/6/2021).

Ketua KPK Firli Bahuri saat Merilis Perkara Dugaan Suap Dalam Pengadaan Bantuan Sosial Untuk Wilayah Jabodetabek Tahun 2020. Terbaru, KPK buka suara soal kejelasan nasib Novel Baswedan dan 74 pegawai KPK lainnya yang tak lolos tes TWK, Selasa (11/5/2021).
Ketua KPK Firli Bahuri saat Merilis Perkara Dugaan Suap Dalam Pengadaan Bantuan Sosial Untuk Wilayah Jabodetabek Tahun 2020. Terbaru,  Firli menjadi bintang tamu dalam acara AIMAN Kompas TV, Senin (14/6/2021). (Instagram/@official.KPK)

Baca juga: Mahfud MD Sebut Korupsi Semakin Gila, Upaya Pelemahan KPK Sudah Ada sejak Dirinya Jabat Ketua MK

Baca juga: Nilai Banyak Koruptor yang Dendam, Mahfud MD Sebut Upaya Jokowi Lawan Pelemahan KPK

Firli mulanya buka suara soal jumlah Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menurun drastis di eranya.

"Dalam penegakan hukum tidak hanya diukur dari berapa orang yang tertangkap," jelas Firli.

"Tapi yang paling penting adalah berapa banyak aset atau kekayaan negara bisa dikembalikan."

Menanggapi ucapan Firli, Aiman lantas menyinggung soal kedekatan KPK kini dengan pemerintah dan partai politik.

Menurut Firli, kedekatan dengan pemerintah dan partai politik justru perlu dijalin agar korupsi bisa dicegah.

"Saya harus tanyakan juga, kalau KPK dulu menjaga jarak dengan kekuasaan, partai politik," tanya Aiman.

"Bagaimana dengan KPK sekarang?"

"Sekarang saya tanya, bagaimana bisa mencegah kalau tidak bisa ketemu orang, tidak pernah melihat sistemnya, tidak melakukan kajian, tidak pernah mendengar daerah mana rawan korupsi, daerah mana yang harus dilakukan upaya pencegahan," jawab Firli.

Baca juga: Kuliah Umum Virtual soal KPK di USU Tampilkan Video Porno, Pihak Kampus Sebut Ada yang Sabotase

Baca juga: Di Mata Najwa, Begini Reaksi Politisi PDIP Diminta Jawab Pertanyaan yang Sama dengan TWK Pegawai KPK

Ucapan Firli kembali ditimpali Aiman.

Kali ini, Aiman menyinggung soal pertemuan Firli dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat, M Zainul Majdi.

"Tapi kalau kemudian ada kasus di orang tersebut apakah boleh bertemu?," sambung Aiman.

Demi mencegah korupsi, kata Firli, apa saja boleh dilakukan.

Namun, Firli menyebut akan langsung menangkap siapa saja jika terlibat kasus korupsi.

"Terkait dengan pencegahan itu boleh apa saja dilakukan," kata Firli.

"Walaupun sedang diperiksa misalnya?," sahut Aiman.

"Tetapi seketika ada tindak pidana korupsi tetap dilakukan penindakan hukum secara tegas," tandas Firli.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved