Breaking News:

TWK KPK

Tak Lolos TWK, Penyidik KPK Bongkar Percakapan Dewas dan Sekjen: Apa pun Kami Jawab, Salah Pokoknya

March Falentino, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos seleksi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) menceritakan pengalamnnya.

YouTube Najwa Shihab
Presenter Najwa Shihab (kanan), dan Penyidik KPK March Falentino dalam acara Mata Najwa, Rabu (2/6/2021). March membeberkan pertanyaan saat seleksi TWK pegawai KPK. 

TRIBUNWOW.COM - March Falentino, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos seleksi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) menceritakan pengalamannya menjalani tes tersebut.

Dilansir TribunWow.com, March mengaku ditanya soal pernah ikut demonstrasi, hingga kesediaannya mengikuti acara perayaan Natal tetangganya.

Dalam acara Mata Najwa, Rabu (2/6/2021), March menyebut siapa pun yang sudah ditarget untuk disingkirkan dari KPK, apa pun jawabannya akan dianggap salah.

Ilustrasi KPK.
Ilustrasi -  KPK menuai sorotan seusai tak meloloskan 75 pegawai dalam seleksi TWK. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Baca juga: Di Mata Najwa, Begini Reaksi Politisi PDIP Diminta Jawab Pertanyaan yang Sama dengan TWK Pegawai KPK

Baca juga: Sebut Pimpinan KPK Kriminal karena Tentang Jokowi, Bambang Widjojanto: Harusnya Jadi Tersangka Semua

Pada kesempatan itu, March mulanya membeberkan percakapan anggota Dewan Pengawas (Dewas) dengan Sekjen KPK.

"Ini salah satu anggota Dewas bertanya pada sekjen 'Kenapa bawahan saya tidak lolos?'," ujar March.

"'Karena yang bersangkutan tidak menyutujui hukuman mati'."

"Kami juga bingung, tidak menyetujui hukuman mati jadi kategori merah."

"Padahal itu kan cuma apa yang ada di pikiran," sambungnya.

March meyakini setiap pegawai KPK memiliki alasan tersendiri hingga ada yang tak setuju dengan hukuman mati.

"Dan saya yakin konklusi tidak menyetujui hukuman mati tersebut ada intronya, ngomongin A, B, C, D, E," kata March.

Ia menambahkan, ada seorang rekan di KPK yang disinggung soal lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Baca juga: Ketua KPK Firli Bahuri Sebut Tetap Lantik 1.271 Pegawai jadi ASN demi HAM dan Status Hukum

Baca juga: Sempat Minta Tunda Pelantikan, 700 Pegawai KPK Akhirnya Tetap Dilantik: Terpaksa Mengikuti

Kala itu, menurutnya, apa pun jawaban yang diungkap pegawai KPK akan selalu salah.

"Mungkin sebagai contoh ada teman yang diframe bahwa dia itu liberal," ujar March.

"Jadi 'Apakah Anda setuju LGBT?', kalau dibilang 'Saya setuju LGBT karena A, B, C, D, E'."

"Tapi kalau memang orangnya memang udah ditarget 'Wah ini orang liberal nih, merah'."

"Tapi kalau misalkan 'Oh saya tidak setuju karena A, B, C, D, E', nanti dianggap 'Wah ini orang radikal'," lanjutnya.

Karena itu, March meyakini pegawai KPK yang ditarget akan dianggap memberi jawaban yang salah.

"Apa pun yang dijawab, kami meyakini, apa pun yang kami jawab, kalau udah ditandain sebelumnya, salah aja deh pokoknya," tandasnya.

Simak videonya berikut ini mulai menit ke-9.38:

Pelantikan Pegawai KPK

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved