Breaking News:

Terkini Nasional

Ketua KPK Firli Bahuri Sebut Tetap Lantik 1.271 Pegawai jadi ASN demi HAM dan Status Hukum

Dirinya menyebut proses pelantikan tetap dilaksanakan demi Hak Asasi Manusia (HAM) dan status hukum kepegawaian pegawai yang lolos TWK.  

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Mohamad Yoenus
YouTube Kompastv
Ketua KPK Firli Bahuri dalam acara pelantikan 1.271 pegawai KPK menjadi ASN, Selasa (1/6/2021). Firli ungkap pertemuan pimpinan KPK dengan 700 pegawai yang meminta penundaan pelantikan. 

TRIBUNNEWS.COM -  Jelang pelantikan pegawai KPK yang lolos TWK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) muncul kabar bahwa 700 dari 1.271 pegawai yang akan dilantik berencana tidak hadir dan meminta pelantikan ditunda.

Dikutip dari Tribunnews.com, permintaan tersebut dinilai sebagai bentuk solidaritas terhadap 75 pegawai KPK yang tidak lolos TWK.

"Kita tengah menyaksikan solidaritas tanpa dan melampaui batas dari Pegawai KPK yang lulus TWK terhadap para koleganya yang disingkirkan secara melawan hukum oleh Pimpinan KPK melalui instrumentasi TWK," kata Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) dalam keterangannya, Senin (31/5/2021) satu hari jelang pelantikan.

Lebih jauh, aksi solidaritas tersebut juga dilakukan dengan melayangkan surat kepada Ketua KPK Firli Bahuri dan Presiden Joko Widodo.

Baca juga: 700 Pegawai KPK yang Lolos TWK Dikabarkan Kompak Tak Hadiri Pelantikan Jadi ASN, Ini Kata Pengamat

Baca juga: Respons Sederet Tokoh soal Polemik 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK, dari Fahri Hamzah hingga AHY

Melalui surat itu, pegawai KPK meminta agar hasil TWK dibatalkan, memerintahkan seluruh pegawai KPK beralih status menjadi ASN sesuai mandat UU 19/2019 dan PP 41/2020 dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), serta meminta penundaan pelantikan.

Namun, pimpinan KPK tetap menegaskan bahwa pelantikan akan tetap berjalan bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila pada 1 Juni 2021 di Gedung Juang KPK.

Seperti diketahui kegiatan tersebut tetap berjalan dan diikuti oleh seluruh pegawai KPK yang lolos TWK untuk menjadi ASN.

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut proses pelantikan tetap dilaksanakan demi Hak Asasi Manusia (HAM) dan status hukum kepegawaian pegawai yang lolos TWK.  

Baca juga: Terima Suap Kasus Tanjungbalai Rp 1,6 Miliar, Penyidik KPK AKP Robin Diberhentikan Tidak Hormat

"Alhamdulillah kami sampaikan bahwa proses pelantikan tetap dilaksanakan karena proses itu sangat panjang dan tentu juga kita harus menghargai 1.271, karena dia punya anak, punya istri yang perlu juga kita hargai hak asasi manusianya, kita juga harus jamin kepastian hukumnya, kita juga harus menjamin tentang status kepegawaian mereka," kata kata Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (1/6/2021).

Firli juga mengungkap sebelumnya pimpinan KPK telah bertemu dengan orang-orang yang sempat meminta pelantikan tersebut ditunda.

Dalam pertemuan itu, pimpinan KPK meyakinkan kepada para pegawainya agar mengikuti pelantikan.

"Kalau ada kemarin yang mendengar ada 700 orang yang memenuhi syarat dilantik meminta penundaan, kami kemarin sudah bertemu dengan perwakilan," ujarnya.

Terkait 75 pegawai KPK yang tidak lolos TWK, Firli mengatakan itu masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi KPK.

Dia juga menyatakan heran apabila ada tudingan yang menyebut dirinya menyingkirkan orang di KPK.

Ketua KPK tersebut menegaskan bahaw dirinya tidak pernah berupaya menyingkirkan siapapun.

"Hari ini kita selesaikan 1.271, bagaimana yang 75, tentu menjadi PR kami bersama," ujarnya. (TribunWow.com/Afzal Nur Iman)

Artikel ini telah diolah dari Tribunnews.com dengan judul Firli Bahuri Ungkap Hasil Pertemuan dengan 700 Pegawai KPK yang Minta Pelantikan Ditunda  dan Ketua KPK Firli Bahuri: Saya Tak Singkirkan Siapapun

Baca Artikel Lain Terkait

Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved