Breaking News:

Terkini Nasional

Terima Suap Kasus Tanjungbalai Rp 1,6 Miliar, Penyidik KPK AKP Robin Diberhentikan Tidak Hormat

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Stepanus Robin Pattuju yang berasal dari Polri resmi terbukti menerima suap Rp 1,6 miliar dalam kasus

Kompas TV
Robin saat jadi tersangka kasus suap Tanjungbalai diambil dari Youtube Kompas TV Senin (31/5/2021). Robin diberhentikan secara tidak hormat. 

TRIBUNWOW.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Stepanus Robin Pattuju yang berasal dari Polri resmi terbukti menerima suap Rp 1,6 miliar dalam kasus suap perkara Tanjungbalai.

Robin menerima suap itu dari Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial untuk menutup pengusutan perkara korupsi dugaan jual beli jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai

Saat Robin menerima suap itu, kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai masih berstatus penyelidikan.

Baca juga: Sosok Stepanus Robin, Penyidik KPK yang Diduga Peras Walkot Tanjungbalai, Segini Harta Kekayaannya

Baca juga: Oknum Penyidik KPK yang Peras Walikota Tanjungbalai Ditangkap, Berkoordinasi dengan Propam Polri

Dewan Pengawas KPK menduga Robin bersama Maskur sepakat membuat komitmen dengan Syahrial terkait dengan penyelidikan dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai untuk tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang Rp 1,5 miliar.

"Terperiksa telah menikmati hasil dari perbuatannya berupa uang kurang lebih sejumlah Rp1.697.500.000," ucap Anggota Dewas KPK Albertina Ho di Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Senin (31/5/2021) dikutip dari Tribunnews.com.

Atas perbuatannya tersebut AKP Robin resmi dipecat dari KPK secara tidak hormat.

Pemecatan tersebut dilakukan melalui sidang etik yang dilakukan KPK bersama Dewan Pengawas KPK.

Albertina mengatakan tindakan AKP Robin tidak bisa diampuni, tindakan suap Robin dinilai sudah menyalahgunakan kepercayaan pimpinan dan instansi saat penanganan perkara.

"Hal yang meringankan tidak ada," tegas Albertina.

Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan mengatakan AKP Robin menyalahgunakan surat penyidik untuk kepentingan pribadi dan menyelewengkan tanda pengenal insan komisi.

"Menyalahgunakan surat penyidik untuk kepentingan pribadi dan menyalahgunakan tanda pengenal insan komisi sebagaimana diatur Pasal 4 ayat 2 huruf a, b, dan c Undang-Undang Dewas Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penindakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku," jelas Tumpak.

Baca juga: Sosok SR, Penyidik KPK yang Diduga Peras Walkot Tanjungbalai Rp1,5 M, Iming-imingi Penghentian Kasus

Usai menjalani putusan sidang etik yang diselenggarakan Dewan Pengawas (Dewas) KPK di Gedung ACLC, Jakarta Selatan, Robin mengatakan bisa menerima dan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.

Dia juga memohon maaf kepada KPK dan intitusi Polri.

"Saya minta maaf kepada institusi KPK, saya minta maaf sedalam-dalamnya kepada institusi asal saya Polri," ucap Robin. (TribunWow.com/Afzal Nur Iman)

Artikel ini telah diolah dari Tribunnews.com dengan judul Dewas KPK Berhentikan Penyidik Robin Secara Tak Terhormat , Dewas KPK: Penyidik Robin Terima Duit Rp 1,6 Miliar, dan Terima Suap Kasus Tanjungbalai, AKP Robin Minta Maaf Sedalam-dalamnya ke Polri dan KPK

Baca Artikel Lain Terkait

Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved