Breaking News:

Wacana Presiden 3 Periode

Soal Isu Presiden 3 Periode, Qodari Ungkit Sepak Terjang Amien Rais: Undang-undang Bukan Kitab Suci

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari buka suara soal isu presiden menjabat tiga periode.

YouTube tvOneNews
Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari di acara KABAR PETANG, Minggu (9/8/2020). Qodari buka suara soal kontroversi isu presiden tiga periode. 

TRIBUNWOW.COM - Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari buka suara soal isu presiden menjabat tiga periode.

Sebelumnya, isu tersebut muncul setelah disinggung oleh politisi senior, Amien Rais.

Dilansir TribunWow.com, Qodari menganggap hal tersebut mungkin saja terjadi.

Pasalnya, ia menyebut Undang-undang Dasar bisa diubah sesuai dengan kondisi tertentu.

Amien Rais mendesak Kepala KSP Moeldoko diturunkan terkait isu perpecahan Partai Demokrat, Sabtu (13/3/2021).
Amien Rais mendesak Kepala KSP Moeldoko diturunkan terkait isu perpecahan Partai Demokrat, Sabtu (13/3/2021). (Capture YouTube Amien Rais Official)

Baca juga: Arief Poyuono Lantang Minta Jokowi 3 Periode: Dukung Presiden, Bukannya Malah Bikin Timses Capres

Baca juga: Ramai Isu Jabatan Presiden 3 Periode, Qodari: Tidak Bisa Menghadapi UUD seperti Kitab Suci

Hal itu diungkapkan Qodari dalam kanal YouTube Kompas TV, Selasa (16/3/2021).

"Beliau (Amien Rais) mengatakan, mengeluarkan keterangan politik 'Wah ini mau tiga periode'," kata Qodari.

"Supaya konstituennya membaca Pak Amien tetap teguh tidak bergeser."

"Tetapi di sisi yang lain, menurut saya yang namanya politisi banyak yang man of contradiction."

"Sebenarnya man of contradiction itu enggak bisa dipakai cuma buat Pak Jokowi. Bisa dipakai Pak Ali, bisa dipakai Pak Amien Rais," sambungnya.

Terkait hal itu, Qodari lantas mengungkit sepak terjang politik Amien Rais.

Baca juga: Yusril Ihza Mahendra Tanggapi Wacana Presiden 3 Periode: Tampaknya Sulit karena Ada Faktor Trauma

Baca juga: Soal Wacana Presiden 3 Periode, Hidayat Nur Wahid: Amandemen Tak Bisa karena Permintaan Presiden

Termasuk, saat Amien Rais ikut menggulingkan pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

"Beliau yang ngotot bahwa Bu Mega tak tepat jadi presiden tahun 1999 walaupun perolehan PDIP paling besar," jelas Qodari.

"Mendukung Gus Dur lalu kemudian Beliau amandemen sendiri itu keputusan politik."

"Beliau ikut dan terdepan dalam gerakan menjatuhkan Gus Dur."

"Jadi Beliau ya mengamandemen, ada ijtihad politik dengan membentuk Partai Amanat Nasional," sambungnya.

Karena itu, menurut Qodari, perubahan dalam dunia politik adalah hal biasa.

Termasuk, jika Undang-undang Dasar perlu diubah, Qodari menganggap hal itu wajar dilakukan.

"Tapi 20 tahun kemudian Beliau mengamandemen partainya dengan mendirikan Partai Ummat," kata Qodari.

"Namanya politisi, akademisi, kita semua sebagai manusia terus melakukan evaluasi."

"Makanya ada istilah ijtihad politik dan menurut saya yang namanya Undang-undang Dasar bukan kitab suci."

"Dia bisa diubah menyesuaikan situasi dan kondisi," tukasnya.

Simak videonya berikut ini mulai menit ke-14.52:

Jokowi: Ingin Menampar Muka Saya

Isu yang menyebut akan ada perubahan masa jabatan seorang presiden dari dua periode menjadi tiga periode kembali mencuat.

Seperti yang diketahui, isu tersebut kembali dipanaskan oleh politisi senior sekaligus mantan Ketua MPR RI, Amien Rais.

Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebenarnya sudah memberikan pernyataanya soal peluang presiden tiga periode.

Baca juga: Marzuki Alie Berikan Pesan ke Bambang Widjojanto yang Sebut Pemerintah Jokowi Brutal soal Demokrat

Baca juga: Kutip Pesan SBY, Marzuki Alie Tegaskan Masalah Demokrat Tak Melulu soal AHY

Pernyataan tersebut disampaikan di awal masa pemerintahan Jokowi pada periode kedua ini, tepatnya pada 2 Desember 2019 silam.

Dilansir TribunWow.com, dengan tegas Jokowi mengatakan bahwa tidak akan pernah ada amandemen UUD 1945 tentang masa jabatan presiden.

"Sejak awal sudah saya sampaikan, bahwa saya ini produk dari pemilihan langsung, sehingga saat itu waktu ada keinginan untuk amandemen apa jawaban saya?" ujar Jokowi, Senin (2/12/2019), dikutip dari KompasTV, Senin (15/3/2021).

"Apakah bisa yang namanya amandemen itu hanya dibatasi untuk urusan haluan negara, Apakah tidak melebar ke mana-mana. Ada yang lari presiden dipilih MPR, ada yang lari presiden tiga periode, ada yang lari presiden satu kali tapi delapan tahun," jelas Jokowi.

"Jadi lebih baik tidak usah amandemen," tegasnya.

Menurut Jokowi masih banyak persoalan eksternal yang lebih penting dan harus diselesaikan ketimbang memikirkan perubahan konstitusi.

"Kita konsentrasi saja ke masalah-masalah ekternal yang sekarang ini bukan sesuatu yang mudah untuk diselesaikan."

Baca juga: Ungkit Fenomena Gibran dan Bobby, Jimly Sebut Jokowi Berubah di Periode 2: Ikut Tenggelam Menikmati

Baca juga: Heran Jokowi Tak Tahu Pergerakan Moeldoko dalam KLB Demokrat, Pengamat Politik: Tidak Bertanya?

Untuk itu, kepada pihak-pihak yang menuding atau berbicara soal wacana presiden dipilih tiga kali, Jokowi menyebut ada tiga alasannya.

Di ataranya adalah ingin menampar muka dari Jokowi.

"Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode, itu ada tiga alasannya. Satu ingin menampar muka saya, kedua ingin mencari muka, ketiga ingin menjerumuskan," pungkasnya. (TribunWow.com/Tami/Elfan)

Baca juga berita terkait lainnya

Tags:
Wacana Presiden 3 PeriodeMuhammad QodariM QodariAmien RaisJokowi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved