Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Heran Jokowi Tak Tahu Pergerakan Moeldoko dalam KLB Demokrat, Pengamat Politik: Tidak Bertanya?

Pengamat politik dari Australian National University (ANU), Marcus Mietzner turut mengomentari persoalan dualisme di Partai Demokrat.

TRIBUNNEWS/HERUDIN/Instagram @jokowi
Kolase foto Kepala KSP Moeldoko (kiri) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) (kanan). Pengamat politik dari Australian National University (ANU), Marcus Mietzner heran ketika Jokowi tidak tahu pergerakan dari Moeldoko soal Partai Demokrat. 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat politik dari Australian National University (ANU), Marcus Mietzner turut mengomentari persoalan dualisme di Partai Demokrat menyusul digelarnya kongres luar biasa (KLB) di Deliserdang, Sumatera Utara akhir pekan lau.

Menurutnya, yang membuat konflik di Partai Demokrat semakin memanas adalah adanya keberadaan atau keterlibatan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Sebagaimana diketahui, Moeldoko yang notabene sebelumnya bukan kader Demokrat bisa ditunjuk sebagai ketua umum dan mengalahkan Marzuki Alie.

Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Sumut, Moeldoko memberikan pidato perdana di arena Kongres Luar Biasa (KLB) di The Hill Hotel, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Jumat (5/3/2021) malam.
Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Sumut, Moeldoko memberikan pidato perdana di arena Kongres Luar Biasa (KLB) di The Hill Hotel, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Jumat (5/3/2021) malam. (TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA)

Baca juga: Ditawari Gabung Partai Demokrat Versi KLB, Andi Mallarangeng: Pak Moeldoko Ini Blunder Besar

Baca juga: Jubir Partai Demokrat Versi KLB Ungkap Alasan Bukan Marzuki Alie yang Jadi Ketum tapi Moeldoko

Marcus lantas mempertanyakan posisi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam KLB Partai Demokrat tersebut.

Tidak dipungkiri bahwa atas keterlibatan Moeldoko yang merupakan seorang KSP, lantas muncul banyak tudingan yang mengaitkan dengan Jokowi.

Hanya saja, Marcus mengaku heran ketika Jokowi sendiri disebut tidak mengetahui pergerakan dari Moeldoko, sampai akhirnya ditetapkan menjadi ketua umum.

Padahal menurut Marcus, pemberitaan ataupun gembor-gembor Moeldoko terkait Partai Demokrat sudah sampai ke Australia, mulai dari yang masih sebatas isu hingga benar-benar terbukti pada Jumat (5/3/2021).

"Kita semua di Australia tahu bahwa Moeldoko mau dijadikan ketum," ujar Marcus, dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (13/3/2021).

"Begitu jadi (ketum Partai Demokrat), Presiden dan jubir presiden bilang bahwa kita semua kaget 'kok tiba-tiba Moeldoko menjadi ketua umum'."

"Padahal di koran sudah dibicarakan jauh-jauh sebelumnya," imbuhnya.

Baca juga: Tak Hanya Demokrat, Moeldoko Disebut Pernah Ingin Jadi Ketum Golkar, Andi: Punya Nafsu Kekuasaan

Halaman
123
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Mohamad Yoenus
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved