Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Ditawari Gabung Partai Demokrat Versi KLB, Andi Mallarangeng: Pak Moeldoko Ini Blunder Besar

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng mendapat tawaran untuk bergabung dalam Partai Demokrat hasil kongres luar biasa (KLB).

YouTube/KompasTV
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng mendapat tawaran untuk bergabung dalam Partai Demokrat hasil kongres luar biasa (KLB), dalam acara SATU MEJA THE FORUM 'KompasTV', Kamis (11/3/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng mendapat tawaran untuk bergabung dalam Partai Demokrat hasil kongres luar biasa (KLB).

Tawaran tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Partai Demokrat KLB Deli Serang, Mohammad Rahmad.

Dilansir TribunWow.com, Mohammad Rahmad bahkan menawarkan hal sama kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maupun Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Juru Bicara Partai Demokrat KLB Deliserang, Mohammad Rahmad mengungkapkan alasan bukan Marzuki Alie yang dipilih sebagai ketua umumnya, dalam acara SATU MEJA THE FORUM, Kamis (11/3/2021).
Juru Bicara Partai Demokrat KLB Deliserang, Mohammad Rahmad mengungkapkan alasan bukan Marzuki Alie yang dipilih sebagai ketua umumnya, dalam acara SATU MEJA THE FORUM, Kamis (11/3/2021). (YouTube/KompasTV)

Baca juga: Jubir Partai Demokrat Versi KLB Ungkap Alasan Bukan Marzuki Alie yang Jadi Ketum tapi Moeldoko

Baca juga: Tak Hanya Demokrat, Moeldoko Disebut Pernah Ingin Jadi Ketum Golkar, Andi: Punya Nafsu Kekuasaan

"Semua akan kita himpun menjadi satu. Termasuk Bang Andi pun kalau mau bergabung, ayok bergabung."

"Pak SBY mau bergabung, ayok bergabung, AHY mau bergabung, ayok bergabung," kata Mohammad Rahmad, dikutip dari acara SATU MEJA THE FORUM 'KompasTV', Kamis (11/3/2021).

Menjawab hal itu, Andi justru menanggapinya dengan tertawa.

Dia kemudian menyatakan menolak bergabung di partai dari hasil KLB yang ilegal, lantaran tidak sesuai dengan syarat yang terdapat dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat.

"Bagaimana mau bergabung dengan KLB abal-abal," ujar Andi tertawa.

Andi lantas menyinggung keberadaan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang telah terpilih sebagai ketua umum dalam KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara itu.

Ia mengaku kasihan dengan langkah atau keputusan politik yang diambil oleh Moeldoko.

"Sebenarnya saya kasihan dengan Pak Moeldoko," kata Andi.

"Pak Moeldoko ini blunder besar dalam kariernya menerima menjadi ketua umum abal-abal itu," ungkapnya.

Hanya saja, Andi mengaku tidak kaget dengan apa yang dilakukan oleh Moeldoko.

Baca juga: Jawaban Mahfud MD soal Desakan Mundur kepada Moeldoko terkait Demokrat: Ada Dua Hal kalau Itu

Menurut mantan jubir Presiden ke-6 RI itu, Moeldoko memang sudah dari dulu memiliki keinginan untuk mengambil partai politik dengan tujuan untuk mendapatkan kekuasaan.

"Orang ini sejak dulu memang pengen mengambil alih entah partai mana lah, kebetulan sekarang ini ada Partai Demokrat lagi seksi. Itu yang mau dia lakukan," jelas Andi.

Lebih lanjut, terkait pernyataan-pernyataan dari Rahmad termasuk juga para pelaku KLB lainnya, menurut Andi tidak lebih dari sekadar pengalihan isu.

"Ini semua segala macam yang dikatakan Rahmad itu cuman pengalihan isu. Isunya adalah ada elemen kekuasaan yang mau mengambil alih Partai Demokrat secara paksa, ini bukan sekadar take over," ungkap Andi.

"Makanya saya katakan ini begal politik," tegasnya menutup.

Simak videonya mulai menit ke- 6.03

Mohammad Rahmad Ungkap Alasan Bukan Marzuki Alie yang Jadi Ketum

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved