Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demorat

Tak Hanya Demokrat, Moeldoko Disebut Pernah Ingin Jadi Ketum Golkar, Andi: Punya Nafsu Kekuasaan

Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko telah terpilih sebagai ketua umum Partai Demokrat melalui KLB yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Instagram @andi_a_mallarangeng/TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kolase foto Sekretaris Mejelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng (kiri) dan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko (kanan). Selain Demokrat, Moeldoko disebut pernah ingin menjadi ketua umum Partai Golkar. 

TRIBUNWOW.COM - Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko telah terpilih sebagai ketua umum Partai Demokrat melalui kongres luar biasa (KLB) yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara akhir pekan lalu.

Hanya saja, terpilihnya Moeldoko tersebut tidak diterima atau diakui oleh kubu dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Alasannnya tidak lain karena KLB tersebut tidak memenuhi syarat dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat, sehingga dinilai tidak sah atau ilegal.

Pidato Perdana Moeldoko Usai Terpilih Jadi Ketum Demokrat Versi KLB Deli Serdang, Jumat (5/3/2021).
Pidato Perdana Moeldoko Usai Terpilih Jadi Ketum Demokrat Versi KLB Deli Serdang, Jumat (5/3/2021). (YouTube Kompastv)

Baca juga: Jawaban Mahfud MD soal Desakan Mundur kepada Moeldoko terkait Demokrat: Ada Dua Hal kalau Itu

Baca juga: Pengamat Sebut Pemerintah Tak Tertarik Lakukan Manuver di Polemik Partai Demokrat: Terlalu Berisiko

Dilansir TribunWow.com, selain Partai Demokrat, Moeldoko rupanya juga pernah ingin menjadi ketua umum di partai lain.

Partai itu adalah Partai Golkar.

Bahkan Moeldoko disebut sampai meminta dukungan kepada Jusuf Kalla, selaku wakil presiden waktu itu.

Kepastian itu disampaikan oleh Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng yang mengutip pernyataan dari mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkoumham), Hamid Awaluddin.

Menurut Andi, bahwa Moeldoko memang dikenal merupakan tokoh yang ingin mencari kesempatan untuk bisa masuk ke dalam politik, termasuk ingin memiliki jabatan bergengsi di sebuah partai.

"Saya hanya bertanya Pak Moeldoko apakah sudah izin sama Presiden, kalau tidak berarti jalan sendiri dia. kalau kita lihat bahwa Pak Moeldoko ini memang dari dulu cari-cari kesempatan ikut masuk dalam politik," ujar Andi, dikutip dalam acara Satu Meja The Forum 'KompasTV, Kamis (11/3/2021).

"Ada tulisan saudara Hamid Awaluddin mengatakan bahwa pernah dia bertemu dengan Pak JK minta didukung menjadi ketua Golkar," ungkapnya.

Andi pun menyebut bahwa Moeldoko ini memang memiliki nafsu yang besar akan kekuasaan.

Baca juga: Jawaban Jhoni Allen soal Keberadaan dan Langkah Moeldoko setelah Jadi Ketum Demokrat, Capres 2024?

Meski begitu, ia tidak menyalahkan keinginan dari Moeldoko itu.

Hanya saja, Andi menyarankan supaya Moeldoko mendirikan partai sendiri, tidak mengambil partai lain, apalagi jika dilakukan dengan cara-cara yang jauh dari proses demokratis.

"Enggak apa-apa asal bikin partai sendiri aja," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke- 9.40

Soal Desakan Mundur Moeldoko, Mahfud MD sebut Ada Dua Hal

Terpilihnya Kepala Staf Presiden (KSP) Mahfud MD sebagai ketua umum Partai Demokrat hasil kongres luar biasa (KLB) menuai respons negatif dari sebagian publik.

Dilansir TribunWow.com, tidak hanya dari kubu Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), publik juga mendesak supaya Moeldoko bisa mundur atau dicopot dari jabatannya sebagai KSP.

Mereka menyebut langkah tersebut untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa memang langkah Moeldoko tidak ada kaitannya dengan pemerintah maupun Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menjawab hal itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan ada dua persoalan.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved