Breaking News:

Terkini Nasional

Soal Isu Presiden 3 Periode, Ngabalin Minta Abaikan Amien Rais: Ketemu Tak Ngomong, Keluar Ngoceh

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin meminta masyarakat mengabaikan pernyataan politisi senior, Amien Rais.

Capture YouTube Talk Show TvOne
Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin. Ali Ngabalin meminta masyarakat mengabaikan pernyataan Amien Rais soal wacana masa jabatan presiden hingga tiga periode. 

TRIBUNWOW.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin meminta masyarakat mengabaikan pernyataan politisi senior, Amien Rais.

Dilansir TribunWow.com, Ngabalin pun menyayangkan sikap Amien Rais yang tak langsung menyampaikan kritik di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya, Amien Rais menyebut Jokowi merencakan perpanjangan masa jabatan presiden hingga tiga periode.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali buka suara soal munculnya wacana perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode, Senin (15/3/2021).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali buka suara soal munculnya wacana perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode, Senin (15/3/2021). (YouTube/Sekretariat Presiden)

Baca juga: Isu Masa Jabatan Presiden 3 Periode, Fadjroel Rachman Ungkit Sumpah Jokowi: Bahkan demi Allah Kok

Baca juga: Ramai Wacana Presiden Jadi 3 Periode, Zainal Arifin Ungkap Sosok Pencetus Pertama: Ketua MPR

Terkait hal itu, Ngabalin langsung mengungkapkan bantahannya.

"Ketika pertanyaan itu sampai pada presidan dan meminta sikap presiden," kata Ngabalin, dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Selasa (16/3/2021).

"Presiden Joko Widodo lah yang mengatakan tidak dulu melaksanakan amandemen."

Ngabalin yakin Jokowi tak akan mengubah undang-undang demi memerpanjang masa jabatan presiden.

Ia lantas menyinggung bantahan langsung yang disampaikan Jokowi terkait tuduhan Amien Rais.

"Karena kekhawatiran akan lari ke mana-mana, ditunjukkan juga dengan sikap Bapak Presiden Joko Widodo yang tegak lurus terhadap ketentuan Undang-undang 1945," jelas Ngabalin.

"Maka keluarlah pernyataan untuk membantah semua isu dan pernyataan dari seorang tokoh besar Amien Rais."

"Tentang kemungkinan tiga periode dengan pemerintah Jokowi."

Baca juga: Rizal Ramli Ragukan Jawaban Jokowi soal Presiden 3 Periode: Mungkin Harus Pernyataan di Atas Materai

Baca juga: Akui Sudah Berusia Lanjut, sebelum Tiada Amien Rais Ingin Berpesan ke Jokowi: Jangan Makin Rusak

Lebih lanjut, Ngabalin menyayangkan sikap Amien Rais.

Pasalnya, ia menyebut, Amien Rais tak mengatakan apa pun saat bertemu Jokowi.

"Makanya dua hal, kenapa waktu ketemu dengan presiden Beliau tidak kemukakan?," jelas Ngabalin.

"Sama-sama orang Solo, sama-sama orang Jawa, sama-sama orang UGM."

"Sudah bertemu nih berhadapan tidak ngomong."

"Nanti keluar baru ngoceh ke sana ke mari, itu tidak bagus jadi kita harus mengeluarkan energi yang luar biasa," sambungnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat mengabaikan pernyataan Amien Rais tersebut.

"Udahlah, pikiran, pembicaraan dan apa yang disampaikan Pak Amien Rais abaikan saja," tukasnya.

Simak videonya berikut ini mulai menit ke-5.42:

Jokowi: Ingin Menampar Muka Saya

Isu yang menyebut akan ada perubahan masa jabatan seorang presiden dari dua periode menjadi tiga periode kembali mencuat.

Seperti yang diketahui, isu tersebut kembali dipanaskan oleh politisi senior sekaligus mantan Ketua MPR RI, Amien Rais.

Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebenarnya sudah memberikan pernyataanya soal peluang presiden tiga periode.

Baca juga: Marzuki Alie Berikan Pesan ke Bambang Widjojanto yang Sebut Pemerintah Jokowi Brutal soal Demokrat

Baca juga: Kutip Pesan SBY, Marzuki Alie Tegaskan Masalah Demokrat Tak Melulu soal AHY

Pernyataan tersebut disampaikan di awal masa pemerintahan Jokowi pada periode kedua ini, tepatnya pada 2 Desember 2019 silam.

Dilansir TribunWow.com, dengan tegas Jokowi mengatakan bahwa tidak akan pernah ada amandemen UUD 1945 tentang masa jabatan presiden.

"Sejak awal sudah saya sampaikan, bahwa saya ini produk dari pemilihan langsung, sehingga saat itu waktu ada keinginan untuk amandemen apa jawaban saya?" ujar Jokowi, Senin (2/12/2019), dikutip dari KompasTV, Senin (15/3/2021).

"Apakah bisa yang namanya amandemen itu hanya dibatasi untuk urusan haluan negara, Apakah tidak melebar ke mana-mana. Ada yang lari presiden dipilih MPR, ada yang lari presiden tiga periode, ada yang lari presiden satu kali tapi delapan tahun," jelas Jokowi.

"Jadi lebih baik tidak usah amandemen," tegasnya.

Menurut Jokowi masih banyak persoalan eksternal yang lebih penting dan harus diselesaikan ketimbang memikirkan perubahan konstitusi.

"Kita konsentrasi saja ke masalah-masalah ekternal yang sekarang ini bukan sesuatu yang mudah untuk diselesaikan."

Baca juga: Ungkit Fenomena Gibran dan Bobby, Jimly Sebut Jokowi Berubah di Periode 2: Ikut Tenggelam Menikmati

Baca juga: Heran Jokowi Tak Tahu Pergerakan Moeldoko dalam KLB Demokrat, Pengamat Politik: Tidak Bertanya?

Untuk itu, kepada pihak-pihak yang menuding atau berbicara soal wacana presiden dipilih tiga kali, Jokowi menyebut ada tiga alasannya.

Di ataranya adalah ingin menampar muka dari Jokowi.

"Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode, itu ada tiga alasannya. Satu ingin menampar muka saya, kedua ingin mencari muka, ketiga ingin menjerumuskan," pungkasnya. (TribunWow.com/Tami/Elfan)

#Fadjroel Rachman # Jokowi # Masa Jabatan Presiden

Tags:
Wacana Presiden 3 PeriodeAli NgabalinAmien RaisJokowi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved