Breaking News:

Isu Kudeta di Partai Demokrat

Tak Akui KLB, Ketua DPD Demokrat Sulsel Sebut Tak Lebih dari Arisan: Orangnya Tak Hadir Kan Diulang

Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ni'matullah Erbe buka suara tanggapi persoalan di partainya.

YouTube/Akbar Faizal Uncensored
Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ni'matullah Erbe buka suara tanggapi persoalan di partainya, dalam kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (11/3/2021). 

Di akhir video berdurasi satu menit itu, Samsudin mengajak seluruh kader Demokrat untuk tetap solid.

"Saya mengajak semua kader Demokrat, mari kita bersama bersatu tolak KLB," tegas dia.

Dalam deskripsi video, Samsudin disebut tidak tergiur mendapat tawaran uang dari pelaku Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD).

Berikut adalah deskripsi lengkap yang ditulis oleh kanal YouTube Partai Demokrat:

"Sahabat Demokrat, Ketua DPC Balangan Samsudin Nur adalah orang yang pertama kali melaporkan adanya indikasi KLB kepada DPP. Syamsudin Nur sama sekali tidak tergiur dengan iming-iming uang yang ditawarkan para pelaku GPK PD, ia malah melaporkan kepada DPP."

Baca juga: Sebut akan Jadi Preseden Buruk jika KLB Demokrat Disahkan, Hendri Satrio Peringatkan PDIP

Kronologi Pertemuan di Hotel Aston

Sebelumnya diberitakan Partai Demokrat mengaku memiliki bukti yang cukup bahwa Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko hendak mengambil alih kekuasaan Demokrat secara paksa.

Namun rencana tersebut disebut Demokrat bocor lantaran para kader yang dikumpulkan untuk mengambil alih paksa ternyata masih loyal kepada Ketua Umum Demokrat saat ini, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dalam satu pekan terakhir, disebut ada sejumlah orang datang silih berganti ke Jakarta dalam rangka merancang pengambil alihan kekuasaan Partai Demokrat secara paksa.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPOKK DPP Partai Demokrat Herman Khaeron dalam acara SAPA INDONESIA MALAM, Selasa (2/2/2021).

Pertemuan untuk merencanakan pengambil alihan secara paksa itu diketahui diadakan di Hotel Aston Rasuna Jakarta.

Herman menyebut, dinamika internal partai sebenarnya sudah biasa, namun kali ini menjadi tidak biasa karena melibatkan eksternal partai.

"Ini lain karena ada eksternal partai yang ingin mengambil alih kepemimpinan secara paksa melalui KLB," ujar dia.

Baca juga: Respons Demokrat saat Eks Kader Nangis Tersedu-sedu Ngaku Menyesal Pernah Dukung SBY: Jangan Drama

Maka dari itu AHY mengirimkan surat kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta klarifikasi.

"Kami anggap Pak Moeldoko sudah memberikan klarifikasi," kata Herman.

Herman tidak menyebut pasti ada berapa Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang datang ke Jakarta.

Namun ia menyebut, total target yang dibutuhkan adalah 360 DPD, DPC agar bisa melaksanakan Kongers Luar Biasa (KLB)

"Tetapi para kader ini memiliki loyalitas yang begitu tinggi kepada Dewan Pimpinan Pusat, kepada Ketua Umum Mas AHY," kata Herman.

"Sehingga setelah pertemuan itu mereka kemudian datang ke DPP melapor."

"Cukup bukti untuk kami menetapkan bahwa ini ada upaya melakukan tindakan pengambil paksaan kepemimpinan Partai Demokrat," pungkasnya. (TribunWow/Elfan/Anung)

Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved