Isu Kudeta Partai Demokrat
Sri Mulyono Sebut SBY yang Bunuh Demokrasi di Demokrat: Mengondisikan Aklamasi AHY Calon Tunggal
Presidium Perhimpunan Pergerakan Indonesia, Sri Mulyono ikut tanggapi persoalan di Partai Demokrat.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
Sebagaimana diketahui, Partai Demokrat menjagokan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Sedangkan Ruhut sendiri mengaku mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Sama halnya juga ketika ia mengaku mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca juga: Tak Akui KLB, Ketua DPD Demokrat Sulsel Sebut Tak Lebih dari Arisan: Orangnya Tak Hadir Kan Diulang
"Saya pamit dengan Pak SBY, saya walaupun di partai, tapi saya kebetulan pamit karena tidak mendukung jagonya Demokrat," kata Ruhut.
"Saya mendukung hati saya, saya mau Pak Jokowi. Saya bangga melihat Pak SBY, beliau 'Oh iya, itu namanya demokrasi, silakan saja," imbuhnya.
"Saya diizinkan, walaupun semua minta saya dipecat pada waktu itu."
Terkait perbedaan pilihan di Pilgub DKI, Ruhut mengatakan juga sudah meminta izin langsung kepada Ketua Umum Partai Demokrat saat itu, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Tapi pada Pilgub DKI, saya pamit lagi, 'Pak ini saya mau mendukung Ahok'. Pak SBY merestukan saya. Beliau katakan 'Oh iya Hut, saya juga lihat Ahok itu bagus," ungkapnya.
"Tiba-tiba last minute pendaftaran terakhir AHY maju. Saya sedih, saya paling sayang dengan AHY," pungkasnya.(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)