Breaking News:

Isu Kudeta di Partai Demokrat

Sebut Mahfud MD Bungkam atas Isu Kudeta di Demokrat, Andi Arief: Pak Moeldoko Pakai Jurus Nekat

Kader Partai Demokrat banyak yang angkat bicara terkait penyelenggaraan KLB di Sumatera Utara.

Tribunnews.com
Andi Arief. Kader Partai Demokrat banyak yang angkat bicara terkait penyelenggaraan KLB di Sumatera Utara. 

TRIBUNWOW.COM - Kader Partai Demokrat banyak yang angkat bicara terkait penyelenggaraan KLB di Sumatera Utara.

Isu bergulirnya kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat di Sumatera Utara (Sumut) terus mengemuka.

Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menyinggung bahwa Menko Polhukam Mahfud MD seolah diam menyikapi kudeta melalui KLB yang dilakukan Kepala Staf Presiden Moeldoko.

"Prof @mohmahfudmd diam terhadap kudeta Pak Moeldoko dan segelintir mantan kader."

Baca juga: 15 Tahun Kenal SBY, Pendiri Demokrat Ungkap Alasannya Bungkam Tak Pernah Protes: Sudah Maklum

"Syarat KLB harus ada izin ketua majelis tinggi Pak SBY," cuit Andi Arief, di akun Twitter barunya @AndiArief_ID, yang dikutip Tribunnews.com, Jumat (5/3/2021).

Merespon isu kudeta itu, Andi Arief menyebut sejumlah kader Partai Demokrat lantas bermalam di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Para kader partai berlambang mercy itu beralasan ingin menjaga SBY dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Puluhan kader malam ini minap di kediaman SBY menjaga beliau dan Ketum AHY, takut keselamatannya terancam. Pak Moeldoko gunakan jurus nekad," cuitnya kembali.

KLB di Depan Mata

Politisi senior Partai Demokrat Darmizal MS mengatakan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat berlangsung hari ini, Jumat (5/3/2021).

Darmizal menjelaskan sebagian besar Ketua DPD dan Ketua DPC sudah menyampaikan kesediaannya untuk hadir.

"Pendiri Partai, Ketua DPD dan DPC, Pimpinan Organisasi Sayap, seperti AMD, KMD, BMD dan GMD beserta pengurus di seluruh tanah air, sudah konfirmasi datang (ke KLB)," kata Darmizal dalam keterangan yang diterima, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Dipecat dari Demokrat, Tri Yulianto Beberkan Sifat SBY: Kalau Mau Nabok Orang Tidak Langsung

"Sebab, semangat dan harapan kami sama: PD harus dipimpin Ketua Umum yang kompeten, terbuka, egaliter dan tidak semena-mena," kata dia.

Namun, dirinya tak menyampaikan lebih detail soal lokasi dan pukul berapa KLB akan digelar.

Darmizal justru menyinggung langkah DPP Demokrat pimpinan AHY yang dinilainya sudah sangat terlambat dalam melakukan upaya pendekatan kepada DPD dan DPC.

Dia menganggap tindakan tersebut sebagai kesia-siaan.

"KLB sudah di depan pintu. Nasi sudah jadi bubur. Mereka tidak perlu menyesalinya," sambungnya.

Politisi Minang ini lalu mengungkit kembali tindakan AHY yang bertindak sembrono atau ngawur saat menuduh adanya kudeta di tubuh Partai Demokrat.

AHY, menurutnya, justru tidak mampu melakukan introspeksi diri atas kebijakannya yang merugikan banyak kader di daerah.

"Iuran wajib tiap bulan ke DPP dan setoran mahar pilkada tanpa feedback ke daerah kembali adalah sesuatu yang zalim," tuturnya.

Baca juga: Herman Khawatir Rekaman Dugaan Mahar di Demokrat Jadi Fitnah, Jhoni Allen Tantang Bocorkan Kwitansi

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved