Breaking News:

Kasus Korupsi

Punya Tagline Sulsel Bersih, Andi Sudirman Tanggapi Nurdin Abdullah Jadi Tersangka Suap: Human Error

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengakui ada celah yang membuat Nurdin Abdullah menerima suap.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
Dokumentasi Tribun Timur/Rudi Salam
Kolase foto Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman (kiri) dan Gubernur non-aktif Sulawesi Selatan, tersangka kasus suap, Nurdin Abdullah (kanan). 

TRIBUNWOW.COM - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengakui ada celah yang membuat Nurdin Abdullah menerima suap dalam proyek infrastruktur.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Metro Hari Ini, Minggu (28/2/2021).

Diketahui Gubernur Sulsel non-aktif Nurdin Abdullah menjadi satu dari tiga tersangka suap pengadaan proyek infrastruktur, Sabtu (27/2/2021).

Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengakui ada celah yang membuat Nurdin Abdullah menerima suap dalam proyek infrastruktur, Minggu (28/2/2021).
Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengakui ada celah yang membuat Nurdin Abdullah menerima suap dalam proyek infrastruktur, Minggu (28/2/2021). (Capture YouTube Metro TV)

Baca juga: Gubernur Nurdin Abdullah Bersumpah Tak Tahu soal Suap Proyek Sulsel, Wakil Ketua KPK: Biasalah

Ketika mendengar kabar tersebut, Sudirman mengaku terkejut.

"Tentu ini adalah syok juga, karena out of control kita, di mana terjadi di luar dari suatu mekanisme," kata Andi Sudirman Sulaiman.

Ia menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi internal di dalam Pemerintahan Provinsi Sulsel, sementara Nurdin masih diperiksa.

Sudirman mengaku dirinya selalu melakukan evaluasi melalui rapat coffee morning.

"Tentu kita akan mengecek apakah prosedural di dalam ada mengundang mekanisme di luar, ini yang perlu kita cek," ungkap Sudirman.

Ia juga menyinggung kemungkinan ada celah di dalam mekanisme pengadaan proyek yang memungkinkan korupsi terjadi.

"Tentu ada celah-celah yang harus kita (kontrol) agar lebih baik lagi ke depannya," papar adik mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ini.

Baca juga: Korupsi Rp 2 Miliar, Gubernur Sulsel Nurdin Punya Harta Rp 51 Miliar, Bandingkan Jumlah Utangnya

Ia menegaskan akan melakukan evaluasi dalam rapat khusus.

Menurut Sudirman, hal itu perlu dilakukan agar meminimalisasi celah korupsi dalam roda pemerintahan.

Selain itu, ia menyinggung moto yang dimiliki Pemprov Sulsel.

"Kita ini tahu bahwa kita memiliki tagline 'Masyarakat Sulsel Bersih'," katanya.

Sudirman mengaku selama ini dirinya dan Nurdin selalu mengadakan proyek dengan perjanjian yang sudah ditetapkan.

Menurut dia, kasus suap itu terjadi karena adanya faktor human error.

"Bersama Bapak Gubernur saya sendiri sudah selalu mencanangkan, bahkan kita sudah melaksanakan MoU dengan korgah (koordinasi pencegahan) dengan KPK dan pihak kejaksaan," papar politikus 37 tahun ini.

"Semua bisa terjadi human error, maka ke depan kita harus lebih jeli lagi," lanjutnya.

Mengenai pengadaan proyek infrastruktur, Sudirman menegaskan sudah ada aturan yang berlaku.

"Tetapi persoalan di dalam semua itu ada aturan. Ketika itu di atas beberapa ratus juta kemudian dia harus dalam bentuk lelang," terang Sudirman.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved