Banjir Jakarta
Sebut Anies Baper ke Jokowi dan Ahok, Ade Armando: Tak Mau Lanjutkan Pendahulunya soal Banjir
Pakar komunikasi politik Ade Armando menilai penanganan banjir oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbeda dengan dua pendahulunya.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
“Selain lumpur di mana-mana, barang rusak, yang paling membuat khawatir adalah ular sering terbawa. Selain itu kecoa ada di mana-mana. Tempat menjadi terasa kumuh dan tentu saja ancaman penyakit," ungkap Hasto.
"Jadi saya bisa merasakan betapa susahnya warga Jakarta yang sering terdampak banjir," lanjutnya.
Hasto menambahkan, wajar jika tindakan Anies menuai kritik dan sorotan dari banyak pihak.
"Kalau saya mengkritik Pak Anies, itu karena bagian tanggung jawab pemimpin guna mengantisipasi banjir," tegas Hasto.
Dikutip dari Wartakotalive.com, sebelumnya Anies menyebut curah hujan ekstrem pada Sabtu (20/2/2021) dini hari menyebabkan banjir di DKI Jakarta.
Baca juga: Jakarta Banjir Lagi, PDIP Tagih Janji Anies Baswedan Selama Jadi Gubernur: Tidak Lakukan Apa-apa
"Kapasitas sistem drainase Jakarta itu berkisar 50-100 milimeter, bila terjadi hujan di atas 100 milimeter per hari maka pasti terjadi genangan," kata Anies Baswedan saat memantau Pintu Air Manggarai, Sabtu.
Ia mengutip hasil pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait intensitas hujan di Jakarta dan daerah penunjang di sekitarnya.
"Di Pasar Minggu berdasarkan catatan BMKG itu curah hujan sampai 226 milimeter, di Sunter Hulu 197 milimeter, di Halim sampe 176 milimeter, di Lebak bulus 154 milimeter. Semua angka di atas 150 adalah kondisi ekstrem," papar Anies.
Tidak hanya itu, ia menyebut daerah-daerah di sekitar Jakarta turut mengirimkan genangan air.
"Air kiriman dari hulu (Bogor) dan kawasan tengah (Depok) sekarang dalam perjalanan nih ke Jakarta. Dalam perjalanannya itu tentu berdampak pada kawasan-kawasan yang ada di sekitarnya," terangnya. (TribunWow.com/Brigitta)