Banjir Jakarta
Sebut Anies Baper ke Jokowi dan Ahok, Ade Armando: Tak Mau Lanjutkan Pendahulunya soal Banjir
Pakar komunikasi politik Ade Armando menilai penanganan banjir oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbeda dengan dua pendahulunya.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
Para pemukim liar ini dipindahkan ke rumah susun dengan sistem sewa.
Namun, Anies tidak lagi melanjutkan program pembersihan bantaran sungai tersebut.
"Ahok menerapkan normalisasi sungai. Yang dilakukan adalah melebarkan daerah aliran sungai (DAS) sehingga air bisa dengan cepat mengalir ke laut," papar Ade.
"Ini yang dilecehkan Anies," komentarnya.
Lihat videonya mulai menit ke-4.00:
Menteri PUPR Basuki Marah-marah ke Anies soal Banjir
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkap fakta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sempat kesal karena sulit bekerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Dilansir TribunWow.com, diketahui sejumlah titik di ibu kota tengah berupaya mengatasi banjir tahunan yang terjadi pada musim hujan.
Gebrakan Anies pun dipertanyakan, mengingat ia pernah membanggakan DKI Jakarta tidak lagi banjir dalam masa kepemimpinannya.
Baca juga: Anies Baswedan Klaim Jakarta Dapat Kiriman Banjir dari Depok: Bukan dari Kawasan Puncak Bogor
Hasto lalu mengungkap Menteri PUPR sempat marah-marah karena sulit menangani banjir bersama Anies.
Hal itu ia sampaikan dalam acara Gerakan Penghijauan dan Bersih-Bersih Daerah Aliran Sungai (DAS), Cinta Ciliwung Bersih, di Waduk Cincin, Jakarta Utara.
"Pak Basuki, Menteri PU pun sampai marah-marah karena betapa sulitnya bekerja sama dengan pemimpin DKI tersebut,” kata Hasto Kristiyanto, dikutip dari Kompas.tv, Minggu (21/2/2021).

Ia mengingatkan banjir dapat sangat merugikan warga.
Hasto mengaku kediamannya pun turut terdampak banjir sejak tiga tahun terakhir, yakni terletak di Villa Taman Kartini, Bekasi.