Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

5 Partai Oposisi Diintervensi Istana, Pengamat Yakin Orang Sekitar Jokowi Punya Agenda di Demokrat

Pengamat politik Ujang Komarudin menduga ada kepentingan orang-orang dalam Istana terhadap isu kudeta Partai Demokrat.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Rekarinta Vintoko
Biro Pers Istana Kepresidenan/Rusman
Presiden Jokowi menyalami dan mempersilakan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY untuk mengambil tempat yang disediakan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/5/2019). 

"Artinya Pak Moeldoko bisa ambil alih. Ini sangat sederhana," terangnya.

Ujang menilai justru orang-orang di sekitar Jokowi yang memiliki kepentingan politik di masa depan, bahkan tidak menutup kemungkinan Moeldoko.

"Justru dengan tidak ada kepentingan Pak Jokowi ke depan, justru orang yang banyak kepentingan di sekitar orang-orangnya, tadi Moeldoko cs itu," tutup Ujang.

Lihat videonya mulai menit 2.00:

Deddy Sitorus Setuju Jokowi Tak Perlu Balas Surat Demokrat

Politisi PDI Perjuangan Deddy Sitorus mendukung sikap dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ataupun istana dalam menanggapi isu kudeta Partai Demokrat.

Menurutnya, sikap Jokowi yang tidak membalas surat dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah tepat.

Hal itu disampaikannya dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam 'tvOne', Jumat (5/2/2021).

Baca juga: Sebut Demokrat Tak Perlu Kirim Surat ke Presiden, M Qodari: Menimbulkan Kesan Dalangnya Pak Jokowi

Baca juga: Andi Arief Sebut Moeldoko Sudah Ditegur Jokowi terkait Isu Gerakan Kudeta Partai Demokrat

Dalam kesempatan itu, Deddy Sitorus menyebut bahwa Demokrat memang sengaja membawa-bawa Jokowi untuk memanfaatkan nama besarnya.

Dengan begitu menurutnya, isu tersebut juga akan menjadi besar dan banyak dibicarakan.

Terkait sikap Demokrat yang berkirim surat kepada Jokowi, Deddy Sitorus tidak menyalahkannya.

Politisi Partai PDI Perjuangan, Deddy Sitorus beradu argumen dengan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Imelda Sari, dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam 'tvOne', Jumat (5/2/2021).
Politisi Partai PDI Perjuangan, Deddy Sitorus beradu argumen dengan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Imelda Sari, dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam 'tvOne', Jumat (5/2/2021). (YouTube/Apa Kabar Indonesia tvOne)

Ia menilai hal itu justru tepat jika niatnya memang ingin meminta klarifikasi dari Jokowi atas dugaan kertelibatan pejabatnya, yakni Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko.

Namun dikatakannya, tidak perlu kemudian diikuti dengan konferensi pers ataupun menyampaikannya ke publik.

"Karena kalau niat mereka murni hanya ingin tahu atau konfirmasi dari Pak Presiden, mengirim surat bagus, tapi tidak perlu diikuti konferensi pers," ujar Deddy Sitorus.

Halaman
123
Tags:
JokowiIsu Kudeta Partai DemokratPartai DemokratUjang KomarudinAgus Harimurti Yudhoyono (AHY)Moeldoko
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved