Pesawat Sriwijaya Air Jatuh
Tangis Ayah saat Jenazah Arifin Korban Sriwijaya Air Tiba di Rumah, Lemas sampai Tak Mampu Berdiri
Orangtua Arifin Ilyas, satu di antara korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, tak bisa membendung air matanya, begitu jenazah Arifin tiba.
Editor: Lailatun Niqmah
Ia juga mengucap terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pencarian korban sampai dapat teridentifikasi.
"Insya Allah keluarga sudah ikhlas menerima musibah," katanya.
Baca juga: Ada Harapan soal CVR Sriwijaya Air, Kadislambair Ungkap Kondisi Bawah Laut: Banyak Serpihan Oranye
Laporan Awal Investigasi KNKT
Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) akan menginformasikan laporan awal atau preliminary report hasil investigasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182, 30 hari setelah kecelakaan atau pada Februari.
"Kami berharap bahwa dalam 30 hari setelah kecelakaan, kami akan mempublikasikan laporan awal atau preliminary report."
"Dan apabila nanti prelimenary ini akan dipublikasikan kami akan menyampaikan kepada masyarakat luas," kata Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan Kapten Nurcahyo Utomo dalam video pernyataan KNKT yang diterima Kompas.com, Selasa (19/1/2021).
Lebih lanjut, Nurcahyo mengatakan bahwa pihaknya hingga kini berhasil mengunduh data dari Flight Data Recorder (FDR) SJ 182.
Adapun data yang berhasil diunduh berisi berisi 370 parameter dan 18 data penerbangan.
"Kami sampaikan bahwa data dari Flight Data Recorder sudah bisa kami dapatkan, sudah berhasil diunduh dengan total 370 parameter, 27 jam dan atau 18 penerbangan, termasuk penerbangan yang mengalami kecelakaan," ujarnya.
Pihaknya masih mendalami data yang berhasil diunduh tersebut. Sehingga, pihaknya belum dapat menginformasikan atau membagikan hasil temuan lebih lanjut kepada masyarakat.
Kendati demikian, dia mengaku bahwa KNKT sudah menemukan beberapa petunjuk untuk bisa mendalami investigasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.
Di sisi lain, KNKT berharap dapat ditemukannya Cockpit Voice Recorder (CVR) untuk mendukung data yang sudah diperoleh dari FDR.
Baca juga: Operasi Pencarian Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Kembali Diperpanjang, Basarnas Ungkap 2 Alasannya
Nurcahyo menambahkan, pihaknya melakukan investigasi bersama tim dari Amerika Serikat berjumlah 11 orang.
"Terdiri dari empat orang National Transportation Safety Board (NTSB), empat orang dari Boeing, dua orang dari Federal Aviation Administration (FAA) dan satu orang dari General Electric sebagai pembuat mesin pesawat," jelasnya
Menurut dia, hal ini sesuai dengan ICAO Annex 13 di mana negara pembuat desain pesawat berhak berpartisipasi dalam investigasi.