Pesawat Sriwijaya Air Jatuh
Tangis Ayah saat Jenazah Arifin Korban Sriwijaya Air Tiba di Rumah, Lemas sampai Tak Mampu Berdiri
Orangtua Arifin Ilyas, satu di antara korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, tak bisa membendung air matanya, begitu jenazah Arifin tiba.
Editor: Lailatun Niqmah
Selain Amerika, KNKT juga dibantu oleh tim investigasi dari Singapura yaitu The Transport Safety Investigation Bureau (TSIB).
"Berpartisipasi dalam investigasi kali ini juga dua investigator TSIB Singapura dalam hal ini berpartisipasi dalam sesuai dengan kerja sama negara-negara ASEAN," tambah dia.
Sebelumnya, KNKT juga telah menyampaikan, berdasarkan data ADS-B dan wreckage engine, kedua mesin pesawat masih beroperasi atau hidup sampai pesawat membentur air.
Adapun temuan KNKT dari data FDR telah mengkonfirmasi data ADS-B dan wreckage engine tersebut.
Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 diketahui hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB.
Kemudian pesawat itu diperkirakan jatuh di antara Pulau Laki dan Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta.
Pesawat tersebut mengangkut 62 orang penumpang terdiri dari enam kru aktif, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Ayah Tak Mampu Berdiri Saat Jenazah Arifin Ilyas Datang di Kebumen, Korban Sriwijaya Air Jatuh, dan di Kompas.com dengan judul "KNKT Rilis Laporan Awal Investigasi Sriwijaya Air SJ 182 Februari"