Terkini Nasional
Khawatirkan Diskriminasi Vaksin Covid-19, Haris Azhar: Menteri Dikasih yang Bagus, Dilapisi Emas
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Haris Azhar buka suara soal sanksi pidana bagi warga yang menolak vaksin Covid-19.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
"Udah gitu yang beli kan cuma satu pemerintah, siapa yang mewakili kalau pemerintah salah?," ujar Haris.
"Kan enggak makan tempat kalau dipenjara."
"Yang kedua, misalnya ada yang menjualbelikan atau ada mempraktikkan diskriminasi."
"'Ah lo orang miskin jangan banyak tanya'," sambungnya.
Haris pun berharap tak terjadi diskriminasi untuk rakyat dan pejabat penerima vaksin Covid-19.
"Giliran panglima TNI, kapolri yang baru apalagi, menteri dikasih yang bagus, dilapisi emas, dibawa pakai tujuh dayang," kata Haris.
"Kalau diskriminasi setujulah," sahut Arya Sinulingga.
Simak videonya berikut ini mulai menit ke-2.55:
Haris Azhar: Saya Lihat Kayak Sunatan Massal
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Haris Azhar buka suara soal bagaimana pemerintah menyikapi penolakan vaksinasi dari masyarakat.
Dilansir TribunWow.com dalam acara Dua Sisi, Jumat (15/1/2021), Haris Azhar mengatakan tidak berhak bagi pemerintah untuk mewajibkan vaksinasi kepada rakyatnya.
Menurutnya, masalah hak kesehatan, termasuk hak mendapatkan vaksin merupakan hak asasi masing-masing individu.
Baca juga: Rocky Gerung Dukung Raffi Ahmad Dilaporkan Polisi soal Protokol Kesehatan: Istana Kerepotan Sendiri
Baca juga: Kurang Setuju Sanksi Penolak Vaksinasi, Dokter Tirta: Justru Membuat Vaksin Semakin Diantipati
Haris Azhar juga tidak setuju ketika adanya sanksi kepada pihak-pihak yang memberikan penolakan.
"Ini kita ada 267 kalau misalnya pakai pendekatan masyarakat yang pro dan anti pemerintah, memvisualkan melalui penolakan ini ada beberapa puluh juta," kata Haris Azhar.
Dikatakannya bahwa langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah menghadapi banyaknya penolakan adalah mudah.