Vaksin Covid
Perjalanan Panjang Vaksin Covid-19 Sinovac di Indonesia: Dari Uji Klinis hingga Dinyatakan Aman
Vaksin Covid-19 asal China, Sinovac akhirnya mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA).
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Vaksin Covid-19 asal China, Sinovac akhirnya mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA).
EUA itu diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Senin (11/1/2021).
Dengan terbitnya EUA, vaksin Sinovac secara resmi boleh digunakan untuk vaksinasi massal.
"Pada hari ini, Senin tanggal 11 Januari 2021, Badan POM memberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergency, emergency use authorization untuk vaksin Covid-19 yang pertama kali kepada vaksin CoronaVac produksi Sinovac Biotech Incorporated yang bekerja sama dengan PT Bio Farma," kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers daring, Senin.
Baca juga: Perlu Diingat, Jangan Langsung Pulang setelah Divaksin Covid-19, Berikut Alasannya
Terbitnya EUA untuk Sinovac ini bukan dalam waktu singkat.
Butuh proses dan tahapan yang panjang hingga akhirnya BPOM menerbitkan izin penggunaan darurat.
1. Uji klinis tahap 3
Pada awal Agustus 2020, dilakukan uji klinis tahap III terhadap kandidat vaksin Sinovac.
Proses uji klinis dilakukan di Bandung, Jawa Barat.
Tim uji klinis vaksin berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.
Tercatat, ada 1.600 relawan yang disuntik vaksin ini.
Penyuntikan pun dilakukan secara bertahap.
Baca juga: BPOM Sebut Efikasi Vaksin Sinovac 65,3 Persen dari Uji Klinis di Bandung: Terbukti Aman
Proses uji klinis digelar untuk mengetahui keamanan dan khasiat vaksin.
Selain di Indonesia, uji klinis tahap 3 Sinovac juga digelar di Turki dan Brazil.
Sebelum dilakukan uji klinis tahap III, vaksin Sinovac telah melalui uji klinis tahap I dan II.