Vaksin Covid
Saling Tunggu Izin Vaksinasi Covid-19, BPOM Masih Nantikan Uji Klinis Tahap Ketiga Vaksin Sinovac
Sejauh ini izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin Covid-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum keluar.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Sejauh ini izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin Covid-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum keluar.
Sedangkan di satu sisi, pemerintah sudah mendistribusikan sebanyak 3 juta dosis vaksin jenis Sinovac.
Bahkan rencananya, vaksinasi akan dilakukan pada pertengahan Januari 2021.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Didistribusikan meski Belum Ada Izin Penggunaan Darurat, Ini Penjelasan Satgas
Baca juga: IDI Sebut Pasien yang Sudah Sembuh dari Covid-19 Masih Perlu Divaksinasi walaupun Punya Antibodi
Dilansir TribunWow.com dalam acara Kabar Petang 'tvOne', Selasa (5/1/2021), Direktur Registrasi Obat BPOM, Lucia Rizka Andalusia mengatakan belum bisa mengeluarkan izin karena masih menunggu uji klinis tahap ketiga yang dilakukan di Bio Farma.
"Memang seusai dengan arahan Bapak Presiden bahwa vaksin ini nantinya harus mendapatkan UEA dari BPOM sebelum digunakan," ujar Rizka.
Menurutnya BPOM sudah melakukan evaluasi untuk data-data pada uji klinis tahap pertama dan kedua.
Dan dikatakannya evaluasi yang dilakukan menunjukkan hasil positif, mulai dari tingkat keamanan, keefektifan hingga mutu.
"Badan POM sudah melakukan evaluasi terkait dengan vaksin ini, terkait dengan keamanan, khasiat dan mutunya," ungkapnya.
"Untuk data-data awal dari uji klinis fase satu dan dua dan juga uji klinis fase ketiga dalam pemantauan satu bulan, BPOM sudah melakukan evaluasi."
Meski begitu, perizinan dari BPOM baru akan ditentukan oleh hasil uji klinis tahap ketiga.
Dirinya berharap uji klinis tahap ketiga bisa segera rampung sehingga tidak akan menganggu waktu perencanaan vaksinasi.
"Kemudian kita masih menunggu satu lagi tahap final yaitu data uji klinis fase tiga dengan periode pengamatan tiga bulan sesuai rekomendasi WHO," kata Rizka.
"Jadi kita menunggu tahapan ini, mudah-mudahan peneliti dapat segera memberikan kepada kami dan Badan POM segera memberikan UEA-nya sebelum pelaksanaan penyuntikan," harapnya menutup.
Baca juga: Wiku Adisasmito Ingatkan Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan: Vaksin Covid-19 akan Lebih Efektif
Simak videonya mulai menit ke- 0.55
Penjelasan Jubir Vaksinasi