Breaking News:

Habib Rizieq Shihab

Soal Pencopotan Baliho Habib Rizieq oleh TNI, Haris Azhar: Saya Khawatir seperti di Zaman Orde Baru

Pegiat HAM, Haris Azhar berikan komentar soal penurunan baliho atau spanduk terkait Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
Youtube/Talk Show tvOne
Pegiat HAM, Haris Azhar berikan komentar soal penurunan baliho atau spanduk terkait Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, dalam acara Kabar Petang 'tvOne', Minggu (22/11/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Pegiat HAM, Haris Azhar berikan komentar soal penurunan baliho atau spanduk terkait Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

Seperti yang diketahui, aparat TNI sudah ikut turun tangan dalam menertibkan baliho, terlepas bahwa hal itu sebenarnya cukup dilakukan oleh Satpol PP ataupun pihak kepolisian.

Dilansir TribunWow.com dalam acara Kabar Petang 'tvOne', Minggu (22/11/2020), Haris Azhar lantas mempertanyakan urgensi atas terjunnya TNI dalam kasus Habib Rizieq.

Anggota DPR RI Abraham Lunggana atau karib disapa Haji Lulung kecewa dengan tindakan TNI yang ikut mencopot baliho bergambar dirinya pada Jumat (20/11/2020). Padahal baliho yang ia pasang berisi kampanye ajakan patuh protokol kesehatan, dan terpasang di poskonya sendiri, Jalan Jalan H. Fachrudin Nomor 7, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Anggota DPR RI Abraham Lunggana atau karib disapa Haji Lulung kecewa dengan tindakan TNI yang ikut mencopot baliho bergambar dirinya pada Jumat (20/11/2020). Padahal baliho yang ia pasang berisi kampanye ajakan patuh protokol kesehatan, dan terpasang di poskonya sendiri, Jalan Jalan H. Fachrudin Nomor 7, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Dok. Pribadi Anggota DPR RI Abraham Lunggana)

Baca juga: Jusuf Kalla Mengerti Aksi yang Dilakukan Massa Habib Rizieq: Karena Ada Kekosongan Kepemimpinan

Baca juga: Haris Azhar Sebut Pencopotan Baliho Habib Rizieq Bukan Tupoksi TNI: Adakah Situasi Mengkhawatirkan?

Haris Azhar menilai bahwa sebenarnya soal kasus Habib Rizieq masih dalam ranah pihak kepolisian.

Kecuali jika memang pihak kepolisian sudah tidak sanggup, barulah melibatkan TNI.

Meski begitu, keterlibatan TNI tetap harus sesuai dengan perintah ataupun Undang-undang TNI itu sendiri.

"Menurut saya kalau sampai TNI dilibatkan, dari segi cara juga apakah Satpol PP, Polisi, atau equitas prosedur hukum sudah ditempuh atau tidak bisa berjalan," ujar Haris Azhar.

"Kalau memang tidak berjalan apakah TNI diperintahkan oleh otoritas politik untuk melakukan hal ini," pungkasnya.

Melihat kondisi seperti itu, Haris Azhar lantas mengaku khawatir.

Dirinya tidak ingin situasi pada era Orde Baru kembali terulang ketika TNI justru ikut campur dalam masalah sosial dan politik.

Hal itu tentunya jelas keluar dari tupoksinya.

"Saya khawatir bahwa ini seperti dulu kala di zaman Orde Baru bahwa TNI turut serta dalam kehidupan-kehidupan sosial atau politik," kata Haris Azhar.

"Saya paham bahwa sensitifitas pasca pulangnya Rizieq Shihab ke Indonesia itu ada banyak isu, soal Covid-19, soal acaranya, penjemputan di bandara dan lain-lain," imbuhnya.

Baca juga: Spanduk Habib Rizieq Dicopot, FPI: Itu Baliho Milik Masyarakat, Seakan-akan Dibenturkan dengan TNI

Lebih lanjut, Direktur Eksekutif Lokataru itu juga mencurigai ada pengaruh dari pemerintah.

Apalagi peranan dari pihak kepolisian justru tidak terlihat dalam kasus Habib Rizieq.

Halaman
123
Tags:
Habib Rizieq ShihabHaris AzharTentara Nasional Indonesia (TNI)BalihoOrde BaruHak Asasi Manusia (HAM)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved