Breaking News:

Terkini Nasional

Angkat Bicara soal Petinggi KAMI Dipolisikan, Refly Harun: Kira-kira Mereka Penjahat Bukan?

Pakar hukum tata negara Refly Harun kembali mengomentari penangkapan aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Capture YouTube Akbar Faisal Uncensored
Pakar hukum Refly Harun mengungkapkan dirinya pernah dikira kubu Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014, diunggah Senin (2/11/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Pakar hukum tata negara Refly Harun kembali mengomentari penangkapan aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, diunggah Senin (2/11/2020).

Diketahui sebelumnya sejumlah petinggi KAMI ditangkap dengan tuduhan memprovokasi aksi penolakan omnibus law Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Kota Medan, Hairi Amri (baju putih) saat diamankan polisi.
Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Kota Medan, Hairi Amri (baju putih) saat diamankan polisi. (HO via Tribun-Medan.com)

Baca juga: Pernah Dikira Pro Jokowi, Refly Harun Ungkap Momen Namanya Mencuat: Masak Pilih Prabowo?

Hal itu kemudian disinggung mantan anggota DPR Akbar Faizal.

"Anda ingin mengatakan apa tentang teman-teman yang kebetulan saya kenal juga, para dedengkot KAMI (yang ditangkap)? Ada Jumhur, ada Syahganda," ungkit Akbar Faizal.

Refly justru membalikkan pertanyaan tersebut.

"Saya ingin tanya, apakah mereka penjahat atau enggak?" tanya Refly Harun.

"Negara itu harus menghukum, memenjarakan orang penjahat," tegasnya.

Ia lalu meminta Akbar Faizal sendiri menilai tuduhan yang disangkakan kepada para petinggi KAMI tersebut.

"Anda 'kan kenal sama mereka, kira-kira mereka penjahat bukan?" tanya pakar hukum tata negara ini.

"Dia berbeda pikiran dan pilihan dengan pemerintah," jawab Akbar Faizal.

Baca juga: Tak Takut meski Aktivis KAMI Ditangkap, Gatot: Bukan Sombong, Tapi karena Saya Mantan Panglima TNI

Ia kemudian bertanya apakah tuduhan kepada para aktivis KAMI tersebut kurang kuat untuk menangkap mereka.

Diketahui KAMI menjadi organisasi baru yang menyampaikan tuntutan perbaikan atas kinerja pemerintah.

Kebanyakan anggota KAMI terdiri dari tokoh-tokoh yang kerap menyuarakan kritik kepada pemerintah.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved