Breaking News:

Terkini Nasional

Angkat Bicara soal Petinggi KAMI Dipolisikan, Refly Harun: Kira-kira Mereka Penjahat Bukan?

Pakar hukum tata negara Refly Harun kembali mengomentari penangkapan aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Ananda Putri Octaviani
Capture YouTube Akbar Faisal Uncensored
Pakar hukum Refly Harun mengungkapkan dirinya pernah dikira kubu Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014, diunggah Senin (2/11/2020). 

Ia mengungkit sebuah informasi yang beredar di masyarakat bahwa anggota KAMI yang ditangkap ini menyebarkan upaya penghasutan.

"Kalau di dalam catatan informasi yang saya dapatkan, ditemukan di dalam HP-nya semacam upaya menghasut segala macam," ungkap Akbar.

Meskipun begitu, ia menegaskan belum melihat sendiri dan belum dapat percaya akan bukti tersebut.

"Kita harus membedakan tindak pidana dengan hal-hal yang sifatnya kritis. Kalau tidak pidana, 'kan harus dibuktikan dan harus ada sebab akibatnya," jelas Refly menanggapi.

"Delik penghasutan, penyebaran informasi, itu delik formil. Tidak dilihat akibatnya, yang penting kita sudah mengunggahnya, padahal enggak tahu yang terpengaruh siapa," tambahnya.

Lihat videonya mulai menit 51.00:

Refly Harun Sebut Pemerintah Selalu Cari 'Kambing Hitam' Demo

Pakar hukum tata negara Refly Harun menanggapi pengusutan kasus kerusuhan pada demo menolak omnibus law Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayaan di kanal YouTube Refly Harun, diunggah Kamis (15/10/2020).

Diketahui demo di berbagai daerah berujung kericuhan yang disinyalir timbul akibat 'kelompok penyusup'.

Baca juga: Hubungan PDIP-Demokrat Renggang, Qodari: SBY dan Megawati Tidak Murni Politik, Ada Main Perasaan

Tidak lama kemudian sejumlah aktivis dan petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditangkap karena diduga terlibat atau menghasut massa.

Refly menilai dalam setiap kejadian demo memang umumnya pemerintah mengindikasi ada 'dalang' yang menggerakkan massa.

"Dalam setiap kejadian seperti protes terhadap UU Ciptaker ini, ada kecenderungan dicari kambing hitamnya," ungkap Refly Harun.

Halaman 2/3
Tags:
KAMIKoalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)Refly HarunAktivisUU Cipta KerjaOmnibus Law
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved