UU Cipta Kerja
Angkat Bicara soal Demo, Jokowi Anggap Pengunjuk Rasa Tak Pahami UU Cipta Kerja: Banyak Hoaks
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan terkait gelombang penolakan terhadap Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
Pejabat yang akrab disapa Kang Emil ini sempat berdialog dengan para buruh dan mahasiswa yang berupaya menyampaikan aspirasi mereka.
"Rekan-rekan semua yang hadir di depan Gedung Sate, tadi saya sudah mendengarkan aspirasi yang isinya menyampaikan poin ketidakadilan. Karena pengesahannya terlalu cepat untuk UU yang begitu kompleks," komentar Ridwan Kamil, dikutip dari Kompas.com.

Ia lalu menerbitkan surat yang akan dikirimkan ke pemerintah dan DPR.
Surat pertama berisi aspirasi dari buruh di Jawa Barat yang menolak UU Cipta Kerja.
Baca juga: 6 Pelajar yang Rusak Kendaraan Polisi saat Demo di Ngaku Diajak: Dia Bilang Demi Masa Depan Kita
Sedangkan surat kedua untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar diterbitkan Perppu dalam kurun waktu 30 hari ke depan selama masa revisi UU Cipta Kerja.
Anies Baswedan juga melakukan tindakan serupa dengan menemui para demonstran di sekitar kawasan Bundaran HI.
Ia berjanji akan menyampaikan aspirasi yang diprotes buruh.
"Besok akan kita lakukan pertemuan itu. Jadi apa yang tadi disampaikan besok akan diteruskan dan teman-teman sekalian ingatlah bahwa yang namanya menegakkan keadilan kewajiban kita semua dan Anda semua sedang menegakan keadilan," kata Anies Baswedan di hadapan massa.
Berbeda halnya dengan kedua gubernur tersebut, Ganjar Pranowo memilih menemui para pelajar yang ikut berdemo.
Ganjar mengaku prihatin melihat banyaknya pelajar usia SMA yang ikut berunjuk rasa tanpa tahu duduk perkaranya.
"Nuansanya yang diceritakan pada saat saya temui tadi malam, mereka merasa iseng," ungkap Ganjar Pranowo, dalam tayangan Kompas Petang, Kamis (8/10/2020).
"Terus kemudian mereka merasa, 'Saya enggak tahu'," tambah dia. (TribunWow.com/Brigitta)