Breaking News:

Terkini Nasional

Bantah Mahfud MD soal Pembubaran KAMI, Deklarator: Jangan Dianggap Kita Tidak Tahu Protokol Covid-19

Sekretaris Komite Kerja Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan memberikan bantahan kepada Menko Polhukam, Mahfud MD.

Youtube/Indonesia Lawyers Club
Sekretaris Komite Kerja Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan memberikan bantahan kepada Menko Polhukam, Mahfud MD soal pembubaran acara KAMI di Surabaya, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (29/9/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Sekretaris Komite Kerja Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan memberikan bantahan kepada Menko Polhukam, Mahfud MD.

Momen itu terjadi dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (29/9/2020).

Dilansir TribunWow.com, bantahan tersebut diberikan Syahganda setelah Mahfud MD menyebut bahwa pembubaran acara KAMI di Surabaya karena alasannya tidak berizin dan melanggar protokol kesehatan.

Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, hadir dan memberikan sambutan di hadapan ratusan peserta Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) se-Jawa Tengah di Alun-alun Kota Magelang, Jumat (18/9/2020).
Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, hadir dan memberikan sambutan di hadapan ratusan peserta Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) se-Jawa Tengah di Alun-alun Kota Magelang, Jumat (18/9/2020). (TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri)

 

Mahfud MD Jawab Tudingan Pemerintah Larang Pemutaran Film G30S: Itu Urusan Televisi

Menko Polhukam Mahfud MD Minta Polisi dan Partai Bertindak Tegas Usut Konser Dangdut di Tegal

Syahganda lantas membandingkan dengan acara-acara atau deklarasi KAMI di daerah lain yang diakui tidak terjadi masalah.

Dirinya pun merasa tidak terima ketika acara KAMI di Surabaya justru disebut tidak mematuhi protokol kesehatan.

Ia menegaskan bahwa seluruh acara yang digelar oleh KAMI tetap mengindahkan aturan dari pemerintah.

"Prof Mahfud harus tahu KAMI ini di beberapa tempat, di Jogja, di Padang, di mana-mana itu enggak ada masalah," ujar Syahganda.

"Jadi jangan dianggap bahwa kita tidak tahu soal protokol Covid-19," tegasnya.

Syahganda juga menyinggung kasus yang terjadi di Bandung.

Menurutnya ada diskriminasi yang dirasakan oleh KAMI setiap kali akan menggelar kegiatan.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved