Terkini Daerah
Soal Pembunuhan Bos Pelayaran, Ahli Psikologi Forensik: Warga Biasa Berubah Jadi Pencabut Nyawa
Terbaru kasus pembunuhan berencana pada Bos Pelayaran di Kelapa Gading bernama Sugianto pada 13 Agustus 2020.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus mengatakan bahwa NL berlagak kerasukan nyawa ayahnya di depan suami sirinya, RS, SY, dan AJ.
"Jadi jelas, tersangka NL itu beberapa kali mengaku kerasukan arwah ayahnya yang meminta para pelaku agar menghabisi atau membunuh korban," jelas Yusri.
• Detik-detik DM Bunuh Bos Pelayaran di Kelapa Gading: Berpapasan, Lewat Sedikit, Tembakkan 5 Peluru
Saat itu NL yang mengaku sebagai nyawa ayah NL memerintahkan agar mereka mau membantu perempuan tersebut membunuh Sugianto.
“Assalamualaikum apakah kalian siap berjuang?” kata penyidik menirukan pernyataan NL saat kerasukan arwah ayahnya.
"Siap eyang," jawab MM, RS, SY dan AJ bersamaan.
Setelah itu, mereka lantas berziarah ke makam ayah NL di Tangerang.
Saat itulah, NL kembali berlagak kerasukan ayahnya.
"Assalamualaikum, izin masuk," kata NL seperti ditirukan penyidik.
"Jadi, seolah-seolah arwah almarhum masuk ke tubuh NL," lanjut penyidik.
"Silakan,” jawab tersangka Ruhiman alias M kala itu.
• Modal Rp 200 Juta, Berbagai Cara Dilakukan agar Bos Pelayaran Mati: Termasuk Beli Atribut Ojol
Hal itulah yang membuat para tersangka akhirnya mau membantu NL.
Yusri menjelaskan, para tersangka merasa segan dengan NL lantaran perempuan itu anak dari guru spiritual mereka.
Kerasukan yang diperagakan NL juga membuat mereka akhirnya mau membantu.
"Karena mereka semua adalah bekas murid ayah NL, jadi mereka semua segan. Apalagi dengan kerasukannya NL yang seakan-akan ini perintah ayah NL, maka semuanya mau membantu rencana NL," jelas Yusri. (TribunWow.com/Mariah Gipty)
Sebagian Artikel ini diolah dari Warta Kota dengan judul Modus Nur Yakinkan Para Pelaku Lain Bunuh Bos Pelayaran dengan Berlagak Kerasukan Arwah Ayahnya