Terkini Daerah
Soal Pembunuhan Bos Pelayaran, Ahli Psikologi Forensik: Warga Biasa Berubah Jadi Pencabut Nyawa
Terbaru kasus pembunuhan berencana pada Bos Pelayaran di Kelapa Gading bernama Sugianto pada 13 Agustus 2020.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Uang itu tidak seberapa apalagi mereka membunuh di tempat yang akan banyak diketahui orang.
• Berlagak Kerasukan Arwah Ayahnya, Modus NL agar Tersangka Lain Mau Bantu Bunuh Bos di Kelapa Gading
"Mengapa orang yang dengan bayaran relatif kecil ternyata bisa sekali lagi melakukan percobaan pembunuhan di tempat terbuka semacam itu," ucap Reza.
Sehingga, Reza merasa mereka rela berbuat demikian karena situasi.
Orang menjadi gelap mata demi memenuhi apa yang ia inginkan.
"Dugaan saya barangkali terpengaruh oleh situasi, situasi yang membuat orang berpikir tak ada rotan akar pun jadi."
"Ketika mata pencaharian halal sulit didapat maka orang gelap mata memilih jalan-jalan yang rusak, sesat untuk mendapatkan uang, pengaruh situasi," pungkasnya.
Lihat videonya mulai menit ke-2:20:
Alasan Para Tersangka Mau Bantu NL
Berbagai cara dilakukan karyawati administrasi, NL (34) untuk membunuh bosnya seorang pengusaha bidang pelayaran PT Dwi Putra Tirtajaya, Sugianto (51).
Sugianto dibunuh dengan cara ditembak di depan Ruko Royal Gading Square, Jakarta Utara pada 13 Agustus 2020.
Dikutip TribunWow.com dari Warta Kota pada Selasa (25/8/2020), NL mengajak 11 orang untuk membunuh Sugianto.

• 34 Adegan Diperagakan saat Rekonstruksi Kasus Penembakan Bos Pelayaran, Polisi Fokus 3 Bagian
Dari 11 orang yang membantu di antaranya adalah suaminya sirinya R alias MM dan sejumlah murid ayahnya.
Ayahnya yang telah meninggal itu semasa hidup adalah seorang guru spiritual.
NL meyakinkan orang-orang agar mau membantunya dengan cara berlagak kerasukan arwah sang ayah.
Pada rekonstruksi perencenaan pembunuhan yang digelar di Mapolda Metro Jaya, Selasa (25/8/2020) NL sempat memeragakan dirinya sempat kerasukan nyawa ayahnya.