Terkini Daerah
Berlagak Kerasukan Arwah Ayahnya, Modus NL agar Tersangka Lain Mau Bantu Bunuh Bos di Kelapa Gading
Berbagai cara dilakukan karyawati administrasi, NL (34) untuk membunuh bosnya seorang pengusaha bidang pelayaran PT Dwi Putra Tirtajaya, Sugianto (51)
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Berbagai cara dilakukan karyawati administrasi, NL (34) untuk membunuh bosnya seorang pengusaha bidang pelayaran PT Dwi Putra Tirtajaya, Sugianto (51).
Sugianto dibunuh dengan cara ditembak di depan Ruko Royal Gading Square, Jakarta Utara pada 13 Agustus 2020.
Dikutip TribunWow.com dari Warta Kota pada Selasa (25/8/2020), NL mengajak 11 orang untuk membunuh Sugianto.

• 34 Adegan Diperagakan saat Rekonstruksi Kasus Penembakan Bos Pelayaran, Polisi Fokus 3 Bagian
Dari 11 orang yang membantu di antaranya adalah suaminya sirinya R alias MM dan sejumlah murid ayahnya.
Ayahnya yang telah meninggal itu semasa hidup adalah seorang guru spiritual.
NL meyakinkan orang-orang agar mau membantunya dengan cara berlagak kerasukan arwah sang ayah.
Pada rekonstruksi perencenaan pembunuhan yang digelar di Mapolda Metro Jaya, Selasa (25/8/2020) NL sempat memeragakan dirinya sempat kerasukan nyawa ayahnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus mengatakan bahwa NL berlagak kerasukan nyawa ayahnya di depan suami sirinya, RS, SY, dan AJ.
"Jadi jelas, tersangka NL itu beberapa kali mengaku kerasukan arwah ayahnya yang meminta para pelaku agar menghabisi atau membunuh korban," jelas Yusri.
• Detik-detik DM Bunuh Bos Pelayaran di Kelapa Gading: Berpapasan, Lewat Sedikit, Tembakkan 5 Peluru
Saat itu NL yang mengaku sebagai nyawa ayah NL memerintahkan agar mereka mau membantu perempuan tersebut membunuh Sugianto.
“Assalamualaikum apakah kalian siap berjuang?” kata penyidik menirukan pernyataan NL saat kerasukan arwah ayahnya.
"Siap eyang," jawab MM, RS, SY dan AJ bersamaan.
Setelah itu, mereka lantas berziarah ke makam ayah NL di Tangerang.
Saat itulah, NL kembali berlagak kerasukan ayahnya.
"Assalamualaikum, izin masuk," kata NL seperti ditirukan penyidik.