Breaking News:

Terkini Daerah

Soal Pembunuhan Bos Pelayaran, Ahli Psikologi Forensik: Warga Biasa Berubah Jadi Pencabut Nyawa

Terbaru kasus pembunuhan berencana pada Bos Pelayaran di Kelapa Gading bernama Sugianto pada 13 Agustus 2020.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Capture YouTube Apa Kabar Indonesia TvOne
Pakar psikologi forensik Reza Indragiri menganalisis kasus penembakan bos pelayaran Sugiarto di Kelapa Gading, dalam Apa Kabar Indonesia Malam, Senin (24/8/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Akhir-akhir ini kasus kriminal banyak terjadi di Indonesia.

Terbaru kasus pembunuhan berencana pada Bos Pelayaran di Kelapa Gading bernama Sugianto pada 13 Agustus 2020.

Rupanya Karyawati administrasi Sugianto, NL yang menjadi otak pembunuhan.

Rekonstruksi perencenaan pembunuhan yang digelar di Mapolda Metro Jaya, Selasa (25/8/2020) Pelaku pembunuhan bos di Kelapa Gading, NL sempat memeragakan dirinya sempat kerasukan nyawa ayahnya.
Rekonstruksi perencenaan pembunuhan yang digelar di Mapolda Metro Jaya, Selasa (25/8/2020) Pelaku pembunuhan bos di Kelapa Gading, NL sempat memeragakan dirinya sempat kerasukan nyawa ayahnya. (Warta Kota)

Oknum Wartawan Ikut Jadi Otak Pembunuhan Bos di Kelapa Gading, Sempat Latih Eksekutor untuk Menembak

Di acara Apa Kabar Indonesia Malam tvOne pada Senin (25/8/2020), Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri lantas memberikan imbauan kepada semua orang.

Ia mengatakan bahwa semua orang bisa menjadi korban dari perbuatan orang terdekatnya.

"Semoga ini membuat kita tersadar bahwa kewaspadaan terhadap kemungkinan victimisasi, kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya kejahatan ternyata bisa dilakukan oleh siapa saja."

"Apakah itu muda, tua, laki-laki, perempuan, pendidikan atas, pendidikan di bawah," jelas Reza.

Menurut Reza sekarang ini status seseorang mudah berubah.

Dari yang warga biasa bisa menjadi pelaku pembunuhan.

"Kita terkejut bukan kepalang betapa mudahnya orang hari ini menjelma dari seorang warga negara biasa kemudian menjadi warga negara pencabut nyawa," jelas dia.

Selain Uang, Ini Alasan Eksekutor Mau Diajak NL Bunuh Bos Pelayaran di Kelapa Gading: Satu Kelompok

Terkair modal NL sebanyak Rp 200 juta demi menghabisi nyawa Sugianto, Reza menilai sebenarnya uang itu tidak seberapa dibanding harus menghilangkan nyawa orang.

Apalagi uang Rp 200 juta harus dibagi pada tersangka lain.

Diketahui dalam kasus ini ada 12 orang berperan membunuh Sugianto.

"Anggaplah uang Rp 200 juta itu merupakan harga yang harus dikeluarkan untuk menyabut nyawa satu orang."

"Tapi dengan komplotan sedemikian banyak orang dibagi sebutlah 10 atau 11 orang ternyata masing-masing jumlah yang seberapa," lanjutnya.

Halaman
123
Tags:
Penembakan di Kelapa GadingPembunuhanKelapa GadingReza Indragiri Amriel
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved