Pilkada Serentak 2020
Jawaban Keluarga Pejabat soal Dinasti Politik, dari Gibran hingga Keponakan Prabowo Subianto
Tiga keluarga pejabat penyelenggara negara, menjawab soal tudingan dinasti politik yang menyebabkan mereka banyak dikritisi.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Mengenai isu dinasti politik, Bobby mengatakan dirinya juga memiliki hak untuk mengikuti Pilkada.
“Jadi kalau dinasti (politik), saya rasa kami sebagai warga Negara Indonesia berhak ikut, karena kami juga memiliki hak pilih dan hak dipilih."
"Jadi saya rasa satu kewajaran bagi saya untuk membangun Kota Medan,” kata Bobby seusai menerima rekomendasi dari di Kantor DPD PDIP Sumut, Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan pada Selasa (11/8/2020).
Pada kesempatan itu, Bobby juga bercerita sedikit mengenai kegiatan dirinya mendengarkan aspirasi masyarakat untuk melakukan pembangunan Islamic Center.
“Jadi itu hasil dari mendengar, itu juga yang kami usung, kolaborasi semua akan ikut membangun Islamic Center itu mulai dari Pemerintah Kota Medan sampai stakeholder yang ada di Kota Medan,” sebutnya.
• Kader Senior PDIP Tolak Pasangan Bobby-Aulia di Pilkada Medan: Dia Bukan Kader, KTA Aja Masih Basah
3. Rahayu: Tuhan Tahu Kebenarannya
Dikutip dari acara HOT INDONESIA, Minggu (9/8/2020), Rahayu diketahui berencana ikut serta pada Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai Wakil Wali Kota mendampingi Sekda Tangsel Muhammad.
Rahayu mengatakan isu politik dinasti bukanlah hal baru bagi dirinya, justru ia cenderung siap menghadapi isu tersebut.
"Ini bukan hal baru, ini yang selalu kuhadapi seumur hidupku," kata dia.
"Bahkan ini sesuatu yang sudah dipersiapkan orangtua saya untuk saya hadapi."
"Ini adalah posisi baik Anda suka atau tidak, orang-orang akan menilai Anda," tegas Rahayu.

• Bahas Politik Dinasti, Sandiaga Uno Dukung Keponakan Prabowo di Pilkada 2020: Rakyat yang Menentukan
Putri dari Hashim Djojohadikusumo itu menjelaskan bahwa seseorang tidak bisa memilih dirinya mau terlahir dari siapa, dan dari keluarga yang bagaimana.
"Tetapi saya selalu bertanya-tanya, apakah kita bisa memilih dari siapa kita akan dilahirkan, dan dari keluarga mana kita berasal," ujar Rahayu.
"Kita tak bisa memilih itu, itu adalah faktanya."
"Sudah ditentukan saya terlahir dari Hashim Djojohadikusumo dan Anie Hashim Djojohadikusumo."
"Begitu juga dengan paman saya, dan kakek saya," imbuhnya.