Terkini Nasional
Haris Azhar Pertanyakan Larinya Anggaran Covid-19, Singgung Subsidi 600 Ribu dan Proyek Mandalika
Anggota Koalisi Masyarakat Sipil, Haris Azhar mempertanyakan alokasi penggunaan anggaran Covid-19 yang ditafsir hampir mencapai Rp 700 juta.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Anggota Koalisi Masyarakat Sipil, Haris Azhar mempertanyakan alokasi penggunaan anggaran Covid-19 yang ditafsir hampir mencapai Rp 700 juta.
Dilansir TribunWow.com dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (11/8/2020), Haris Azhar mengatakan bahwa tidak ada keterbukaan dari pemerintah dalam mengelola anggaran besar tersebut.
Haris Azhar mulanya menyinggung soal penanggulangan ekonomi dari pemerintah terhadap para pekerja, yakni berupa pemberian subsidi sebesar Rp 600 ribu.

• Minta Jokowi Ganti Nama Kabinetnya Jadi Kabinet Covid, Pandu Riono: Sampai Selesai Masih Ada Masalah
Subsidi tersebut diberikan kepada para pekerja yang mempunyai penghasilan tidak lebih dari Rp 5 juta dan beberapa syarat lainnya.
Dan tercatat hanya sekitar 23 juta pekerja yang tersaring untuk mendapatkan subsidi tersebut.
Namun menurutnya, jika ditotal, anggaran dari proyek tersebut bisa dikatakan tidak signifikan.
Haris Azhar kemudian membandingkan dengan besaran anggaran yang disiapkan untuk penanganan pandemi Covid-19.
"Bahwa penanggulanganya diberikan 600 ribu per bulan bagi karyawan itu tidak serta merta diberikan kepada semuanya, hanya kepada 13 juta lebih," ujar Haris Azhar.
"Nah kalau ditotal ternyata jumlahnya tidak signifikan dibandingkan dengan jumlah yang hampir 700 triliun," jelasnya.
Oleh karenanya, Haris Azhar lantas mempertanyakan ke mana penggelontoran dana tersebut.
Dirinya beranggapan bahwa anggaran tersebut banyak dikeluarkan untuk sektor pajak dan pariwisata.
Karena menurutnya, untuk pengeluaran di sektor kesehatan pun juga dinilai tidak terlalu menggunakan anggaran tersebut.
• Di ILC, Pandu Riono Sebut Indonesia Gagal Tangani Covid-19: Pak Jokowi Harus Memimpin Langsung
"Kemana yang 700 triliun? Ternyata yang 700 triliun larinya untuk pajak, sektor pariwisata dan beberapa sektor yang lain, kesehatan juga ada di sana, tapi dia tidak melampui angka tiga digit triliun," ungkapnya.
"Kalau dicek lagi, misalnya dipenjelasannya ketua satgas yang baru, Menteri BUMN, dalam penjelasannya ada dua bagian besar, ekonomi dan kesehatan," sambungnya.