Terkini Nasional
Refly Harun Bahas Fadjroel Rachman Pernah Maju Jadi Capres Independen: Saat Itu Saya Ahlinya Dia
Refly Harun ikut mengomentari soal rangkap jabatan Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni Fadjroel Rachman.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Saat itu saya juga sempat pernah menjadi ahlinya. Jadi saya menjadi ahli Fadjroel Rachman dan saya juga mendukung Calon Presiden Perseorangan atau Independen tersebut."
"Dan sikap itu tidak berubah sampai sekarang saya mendukung dibukanya pintu bagi kontestasi Pilpres," ujar dia.
• Sering Dicaci Netizen, Refly Harun Ungkap Keluh Kesahnya pada UAS: Saya Latihan Jadi Manusia Kuat
Kini ia berharap agar pada Pemilihan Presiden 2024 tidak lagi hanya ada dua penantang saja.
"Moga-moga 2024 tidak dua calon lagi," tambah Refly.
Lihat videonya mulai menit ke-7:40:
Terkait Fadjroel, Refly Minta Erick Thohir Liat Videonya
Sebelumnya, Refly mengaku bahwa prediksinya baru saja terwujud menjadi kenyataan soal nasib juru bicara presiden Fadjroel Rachman yang saat ini kembali mengisi posisi komisaris BUMN.
Selain memberi prediksi soal Fadjroel, Refly juga menitipkan pesan kepada Menteri BUMN Erick Thohir.
Refly berharap Erick Thohir mendengarkan kritikannya yang kerap ia suarakan di kanal YouTube miliknya.

• Saat Prediksi Refly Harun Jadi Kenyataan soal Fadjroel Rachman Komisaris: BUMN yang Lebih Empuk
Dikutip dari YouTube Refly Harun, Jumat (5/6/2020), setelah memaparkan dugaan soal Fadjroel berpindah ke BUMN lain, Refly menegaskan dirinya tidak bermaksud memperkeruh.
"Dengan mengungkapkan ini saya tidak ingin bermaksud mengutak-atik soal ini," kata Refly.
Refly mengatakan praktik rangkap jabatan di Indonesia sudah terjadi sejak lama.
"Tapi harus kita bicarakan karena ini praktik yang so long time (terjadi sejak lama -red)," jelasnya.
"Orang bekerja di satu tempat tapi kemudian dikasih jabatan lain agar mendapatkan penghasilan tambahan sehingga terjadilah rangkap jabatan."
Mantan Komisaris Utama Pelindo I itu mengakui pernah diprotes rekannya sendiri karena mengkritisi soal rangkap jabatan.