Terkini Nasional
Saat Prediksi Refly Harun Jadi Kenyataan soal Fadjroel Rachman Komisaris: BUMN yang Lebih Empuk
Prediksi Refly Harun soal kemungkinan Fadjroel Rachman dijadikan komisaris di suatu BUMN ternyata menjadi kenyataan.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman baru saja dicopot dari posisinya sebagai Komisaris Utama PT Adhi Karya Tbk (Persero) pada Kamis (4/6/2020).
Tak berselang lama, pada Jumat (5/6/2020), Fadjroel kembali diangkat menjadi komisaris namun di BUMN yang berbeda, yakni Komisaris PT Waskita Karya Tbk (Persero).
Perpindahan Fadjroel dari Komut menjadi komisaris persis seperti prediksi yang dipaparkan oleh Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun pada Jumat (5/6/2020).
• Kerap Kritik Pemerintah, Begini Reaksi Refly Harun saat UAS Tanya soal Makar: Saya kan Orang Hukum
Lewat akun YouTube-nya, Refly Harun, awalnya ia meragukan apakah Fadjroel dicopot karena memang akan fokus menjadi juru bicara presiden.
Refly menduga kuat Fadjroel justru akan dipindahkan ke BUMN lain yang memiliki posisi lebih baik dibandingkan seblumnya.
"Pertanyaannya adalah benarkah dia dicopot agar bisa berkonsentrasi sebagai Juru Bicara Presiden yang pasti sibuknya minta ampun atau dia akan ditempatkan ke BUMN yang jauh lebih empuk," papar dia.
Mantan komisaris utama Pelindo I itu bahkan telah menduga bahwa Fadjroel akan ditempatkan sebagai komisaris.
"Mungkin tidak dengan jabatan sebagai komisaris utama, cukup komisaris yang barangkali tidak terlalu aktif dibandingkan kalau menjadi komisaris utama," ujarnya.
Refly kemudian menjelaskan bahwa banyak pejabat di dalam Istana yang memang memiliki rangkap jabatan.
"Biasanya mereka-mereka yang di inner circle (lingkar dalam) kekuasaan itu memang rata-rata mendapatkan jabatan yang empuk," ungkapnya.
Ia pertama menyinggung ring I BUMN seperti Pertamina, dan perbankan dimana ada orang-orang Istana yang menjabat sebagai komisaris di tempat tersebut.
Masih di BUMN ring 1, Refly menyebut nama Stafsus BUMN Arya Sinulingga yang rangkap jabatan sebagai komisaris dari PT Inalum, BUMN yang bergerak di sektor pertambangan.
Mulai dari ring 1 hingga 5, Refly mengatakan Adhi Karya hanya menempati posisi ring 3.
"Jadi memang perusahaan semacam Adhi Karya itu hanya masuk ring 3 saja," kata dia.
Refly menduga Fadjroel dipindahkan ke BUMN ring 1 atau 2.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/reflyfadjroelkamis462020.jpg)