Terkini Nasional

Pemudik yang Berhasil Kembali ke Jakarta akan Jalani Karantina, Kepala Dishub: Dengan Biaya Sendiri

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan mewajibkan pendatang atau pemudik yang kembali ke Jakarta untuk dikarantina.

Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi larangan mudik. Sejumlah kendaraan melintas di jalan tol Cawang, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2020). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut, terjadi penurunan arus lalu lintas atau traffick jalan tol di tiga wilayah jalan tol, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), dan Banten, berkisar 42 persen sampai dengan 60 persen, sebagai dampak dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan mewajibkan pendatang atau pemudik yang kembali ke Jakarta untuk dikarantina.

Proses karantina tersebut akan berlangsung selama 14 hari sebagai upaya pencegahan penularan Virus Corona secara lebih lanjut.

Diketahui bahwa warga sebenarnya telah diperingatkan untuk tidak mudik, jika nekat akan sulit untuk kembali ke Jakarta.

Di ILC, Anies Baswedan Cerita Kisah Tragis Pemudik Tularkan Corona: Satu per Satu Mereka Meninggal

Dilansir Kompas.com, Sabtu (23/5/2020), Kepala Dinas Perhubungan Jakarta, Syafrin Liputo, akan menindak tegas warga yang berhasil lolos masuk ke Jakarta.

Pihaknya akan mengenakan sanksi karantina mandiri bagi warga yang telah sampai di Jakarta tersebut.

Karantina tersebut bukan dilaksanakan di rumah masing-masing warga, namun dilakukan di lokasi yang telah ditunjuk Gugus Tugas.

Pelaksanaan karantina tersebut juga harus dibiayai sendiri oleh pemudik sebagai konsekuensi pelanggaran yang telah mereka lakukan.

"Untuk yang tiba-tiba sampai di Jakarta, orangnya akan kita tindak dengan karantina mandiri. Mereka harus menjalani proses karantina selama 14 hari di tempat yang akan ditunjuk oleh Gugus Tugas dengan biaya sendiri, jadi bukan di rumahnya," tutur Syafrin.

Syafrin menjelaskan, dalam penegakan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan larangan mudik tersebut, ia akan menerapkan dua proses.

Pertama, pemudik yang tertangka di titik pengecekan akan langsung diminta memutar balik kendaraannya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Atri Wahyu Mukti
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved