Terkini Nasional
Kartu Prakerja saat Corona, Faisal Basri Sebut Lebih Penting Bansos: Bukan untuk yang Tidak Karuan
Ahli ekonomi Faisal Basri menyoroti peluncuran program Kartu Prakerja di saat pandemi Virus Corona.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Ia mendorong dana tersebut dialihkan menjadi bantuan sosial (bansos).
"Oleh karena itu, 100 persen untuk bantuan sosial, bukan untuk khusus-khusus yang enggak karuan itu," ungkap Faisal Basri.
Tidak hanya itu, ia kemudian menyoroti program Kartu Prakerja yang langsung menunjuk paltform Ruangguru sebagai mitra kerjanya.
Penunjukkan ini disebut tanpa ada pengajuan tender sebelumnya, seperti yang umumnya ada pada megaproyek pemerintah.
"Ya, itu sudah bagian dari desain yang jelek itu. Jadi tanpa tender, yang melakukan siapa, kantor Menko," komentar Faisal Basri.
Ia menyinggung peran besar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam hal ini.
"Semua tanggung jawab presiden, lah, saya rasa," ucap Faisal.
"Karena ini udah lintas kementerian, tanggung jawabnya presiden dan presiden yang bisa mengurai persoalan seperti ini," lanjutnya.
Faisal Basri berpendapat Jokowi bertanggung jawab menyelesaikan persoalan Kartu Prakerja yang ia canangkan pada masa kampanye presiden.
"Presiden sepatutnya mengembalikan segala sesuatu yang terkait dengan desain ketenagakerjaan, ya ke Kementerian Ketenagakerjaan," tegas dia.
• Miris Situasi Covid-19, Peserta Kartu Prakerja: Batalkan Program Beli Video Rp 5,6 Triliun Ini
Lihat videonya mulai menit 5:30
Kesaksian Peserta Prakerja
Peserta Kartu Prakerja, Agustinus Edy Kristianto, mengkritik pengadaaan program yang sedang dijalani di tengah situasi pandemi Virus Corona (Covid-19).
Menurut dia, peluncuran program tersebut tidak tepat sasaran mengingat besarnya anggaran yang digelontorkan, yakni Rp 5,6 triliun.